Pasangan bakal calon Presiden Joko Widodo dan calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat menjalani tes kesehatan di RSPAD Gatot Subroto. ANT/Akbar Nugroho.
Pasangan bakal calon Presiden Joko Widodo dan calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat menjalani tes kesehatan di RSPAD Gatot Subroto. ANT/Akbar Nugroho.

Sekjen PDI Perjuangan Sebut Ma'ruf Ahli Ekonomi Keumatan

Muhammad Al Hasan • 19 Agustus 2018 07:40
Jakarta: Koalisi Indonesia Kerja (KIK) tak gentar saat bakal calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dinilai gagap di bidang ekonomi. Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan KIK bangga mengusung Ma'ruf yang mahir di bidang ekonomi keumatan.
 
"Kalau Sandi ekonomi koorporasi, pat gulipatnya dia tahu lah, gimana kekayaanya bisa naik secara drastis, dia tahu, tetapi bagaimana tentang keumatan, tentang keadilan, itu Ma'ruf jauh lebih unggul daripada Sandi," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Rumah Cemara, Jakarta Pusat, Sabtu, 18 Agustus 2018.
 
Hasto menyebut publik belum terlalu mengenal Ma'ruf. Ma'ruf jauh lebih memahami bidang ekonomi dibanding Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno karena pernah memimpin Komisi VI DPR RI.

"Kiai Ma'ruf pengalamanya luas, Pak Prabowo sama Pak Sandi belum pernah menjadi anggota DPR, Kiai Ma'ruf sudah menjadi anggota DPR Ketua Komisi VI (DPR). Artinya memimpin kebijakan industri, BUMN, perdagangan, sehingga itulah sesuatu yang belum dilihat dengan baik tentang KH Ma'ruf, beliau sangat memahami aspek-aspek ekonomi," ujar dia.
 
Hasto menambahkan hal yang dibutuhkan masyarakat Indonesia hari ini adalah pembangunan ekonomi kerakyatan atau ekonomi keumatan. Ia mengklaim figur pembangun itu sudah ada di sosok Ma'ruf.
 
"Apalagi prorgam ekonomi keumatan? Keumatan tentang program kerakyatan, beliau sosok yang lebih mementingkan kepentingan bersama daripada pribadi, ini kan yang menjadi diferensiasi dari Maruf. Yang di sana unsur-unsur kapital sebagai dominan, ini unsur-unsur keumatan, keadilan sosial, sebagai hal yang dominan, jadi sangat beda di dalam garis politik ekonominya, sangat berbeda. yang di sana pernah gagal mengelola politik perusahaan, yang ini berhasil dalam mengelola politik negara," ujar Hasto.
 
Hasto juga sempat menyinggung program Ok-oce milik Sandi semasa menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. "Ok-oce berhasilnya di mana? Mari bisa kita lihat bersama-sama," pungkas Hasto.

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(DRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>