PKS Kubu Sohibul Iman Menutup Dialog
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz Siddiq (tengah). Foto: MI/Arya Manggala.
Jakarta: Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz Siddiq menilai DPP PKS di bawah kepemimpinan Shohibul Iman antikritik. Para kader tidak diberikan penjelasan terhadap surat edaran DPP PKS yang berisi kewajiban menandatangani kesiapan mengundurkan diri sewaktu-waktu. 

"Saya sempat tanya caleg petahana yang mundur. Keputusan mundur itu mereka ambil karena pihak DPP dan DPW cenderung menghindar membuka dialog mengenai surat itu," kata Mahfudz saat dihubungi Medcom.id, Senin, 16 Juli 2018. 

Baca juga: PKS Tutup Rapat Pintu untuk Anis Matta


Dia menduga surat itu menjadi upaya untuk menyingkirkan kader-kader yang masih loyal terhadap Anis Matta. Keputusan mundur besar-besaran bacaleg jadi pilihan realistis ketimbang menandatangani surat tersebut.

"Menurut saya keputusan mundur karena kontestasi di pileg butuh energi yang besar, pertarungan makin ketat. Bacaleg membutuhkan persiapan. Surat itu menciptakan ketidakpastian. Ini menggiring beberapa caleg dari nonkader PKS mundur juga," jelasnya.

Baca juga: Mahfudz Siddiq: Surat Edaran Bacaleg untuk Singkirkan Loyalis Anis Matta
  
Sebelumnya, beredar surat DPP PKS tertanggal 29 Juni 2018 yang ditujukan kepada bacaleg untuk kursi DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota.

Surat edaran bernomor 02/D/EDR/DPP-PKS/2018 itu memuat hasil rapat dewan pimpinan pusat (DPP) pada 27 Juni 2018. Isinya mewajibkan bakal calon anggota DPR/DPRD (BCAD) PKS melampirkan dokumen tambahan.

Ada tiga poin lampiran tambahan di antaranya: 

1. Memastikan surat pernyataan BCAD (bakal calon anggota dewan) yang telah ditandantangani sebelumnya tersampaikan di setiap level struktur yang ditetapkan.

2. Mengisi dan menandatangani surat pernyataan bersedia mengundurkan diri yang terlampir bersama surat edaran ini.

3. Mengisi dan menandatangani surat pengunduran diri bertanggal kosong yang terlampir bersama surat edaran ini.



(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id