Presiden Joko Widodo. MI/Ramdani
Presiden Joko Widodo. MI/Ramdani

Jokowi Instruksikan Detail Roadmap Vaksinasi Dipaparkan Pekan Ini

Nasional Virus Korona presiden jokowi pandemi covid-19 vaksin covid-19
Nur Azizah • 12 Oktober 2020 11:36
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) menjelaskan detail roadmap vaksinasi covid-19 pekan ini. Paparan rinci vaksinasi dibutuhkan untuk memperjelas arah penanganan virus korona di Tanah Air.
 
"Untuk roadmap pemberian vaksin minggu ini saya minta secara khusus dipaparkan sehingga jelas apa yang kita butuhkan," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 12 Oktober 2020.
 
Jokowi mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19. Dalam Perpres disebut Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto diberi wewenang menetapkan jumlah dan jenis vaksin yang diperlukan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, Jokowi menyentil penyerapan anggaran PEN yang belum maksimal. Hingga 7 Oktober 2020, PEN untuk klaster bantuan sosial baru berhasil menyerap 66 persen dari total Rp203 triliun.
 
"Realisasi untuk klaster bansos mencapai 66 persen, usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) 76 persen, klaster tambahan subdisi energi 94 persen," kata Jokowi.
 
Baca: Jokowi Perintahkan Satgas Tekan Covid-19 di 12 Wilayah dalam 2 Pekan
 
Sebelumnya, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengeklaim bantuan presiden (banpres) produktif untuk UMKM tahap I sudah mencapai 100 persen. Bantuan Rp2,4 juta itu sudah dibagikan ke 9 juta pelaku usaha.
 
"Kalau banpres produktif untuk usaha mikro barangkali penyerapannya paling cepat lah," kata Teten di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu, 7 Oktober 2020.
 
Teten menyampaikan banpres pertama kali dibagikan pada 24 Agustus 2020 dan selesai pada 6 Oktober 2020. Ia mengatakan bantuan harus segera disalurkan untuk mengungkit perekonomian masyarakat.
 
Teten memastikan bantuan tersebut sudah tepat sasaran ."Alhamdulillah sampai sekarang tidak pernah dengar banpres produktif ini ditransfer ke orang kaya apalagi ke yang sudah yang sudah meninggal," ujar Teten.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif