Presiden Joko Widodo. Dokumentasi Medcom
Presiden Joko Widodo. Dokumentasi Medcom

Jokowi Perintahkan Satgas Tekan Covid-19 di 12 Wilayah dalam 2 Pekan

Nasional Virus Korona presiden jokowi pandemi covid-19
Nur Azizah • 12 Oktober 2020 10:52
Jakarta: Presiden Joko Widodo memberi waktu dua pekan kepada Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 dan pemerintah daerah (pemda) untuk menurunkan angka positif virus korona di 12 kabupaten/kota. Data per 11 Oktober 2020, 12 kabupaten/kota itu menyumbang 30 persen dari kasus aktif di Indonesia.
 
"Saya juga minta dua minggu ke depan diprioritaskan untuk 12 kabupaten/kota yang memiliki kasus aktif lebih dari 1.000 yang menyumbang 30 persen total kasus aktif nasional," tegas Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 12 Oktober 2020.
 
Ke-12 kabupaten/kota yang dimaksud Jokowi, ialah Kota Ambon, Jakarta Utara, Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, Kota Jayapura, Kota Padang, dan Jakarta Pusat. Lalu, Jakarta Barat, Kota Pekanbaru, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, Jokowi mengapresiasi penurunan kasus aktif di Indonesia. Kasus aktif pada 27 September 2020 mencapai 22,46 persen menjadi 19,97 persen pada 11 Oktober 2020.
 
"Kasus aktif di Indonesia ini 19,97 persen. Saya kira bagus karena ini lebih rendah dari rata-rata kasus aktif dunia yang mencapai 22,1 persen. Kita lebih baik," ujar dia.
 
Baca: Seluruh Provinsi Diinstruksikan Tiru Penangangan Covid-19 Jatim dan Sulsel
 
Jokowi juga memuji tingkat kesembuhan covid-19 di Tanah Air. Total kasus sembuh mencapai 255.027 atau 76,48 persen, lebih tinggi dari rata-rata kesembuhan dunia, yakni 75,03 persen per Minggu, 11 Oktober 2020.
 
"Itu sudah lebih baik. Karena itu, angka rata-rata kesembuhan harus terus diperbaiki, terus ditingkatkan dengan meningkatkan standar pengobatan, baik di RS, ICU, maupun tempat-tempat isolasi," kata Jokowi.
 
Sementara kasus kematian sekitar 11.844 kasus atau 3,55 persen. Menurut dia, angka ini jauh lebih baik ketimbang dua pekan lalu, yaitu 3,77 persen.
 
"Namun masih lebih tinggi dari rata-rata kematian dunia di 2,88 persen. Saya kira tugas besar kita di sini bagaimana rata-rata angka kematian di sini bisa ditekan terus. Terpenting menekan terus kasus-kasus positif dengan terus menyampaikan pentingnya disiplin terhadap protokol kesehatan," tegas Jokowi.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif