Ilustrasi Gedung KPK. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Ilustrasi Gedung KPK. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Penonaktifan 75 Pegawai Dinilai Upaya Pelemahan KPK

Nasional KPK Pemberantasan Korupsi ASN DPR RI
Anggi Tondi Martaon • 12 Mei 2021 13:25
Jakarta: Penonaktifan 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikritik. Langkah tersebut dianggap sebagai upaya pelemahan terhadap Lembaga Antikorupsi.
 
"(Pelemahan) dengan cara-cara tidak meluluskan pegawai KPK," kata anggota Komisi III Santoso saat dihubungi, Rabu, 12 Mei 2021.
 
Menurut dia, mayoritas pegawai yang tidak lulus sudah mengabdi cukup lama di KPK. Bahkan, kinerjanya cukup bagus mengungkap kasus korupsi besar yang terjadi di negeri ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menduga penonaktifan melalui tes asesmen itu adalah cara menyingkirkan pegawai yang galak dalam pemberantasan korupsi. Pihak tersebut merasa terganggu dengan kinerja mereka dalam pemberantasan korupsi.
 
Upaya ini tentunya bakal berdampak pada kinerja KPK. Terutama, dalam mengungkap kasus korupsi yang tengah ditangani.
 
"Sebagian tidak lulus itu adalah orang-orang yang mapan di KPK dan bakal mempengaruhi kinerja dlm penegakkan hukum," ungkap dia.
 
Baca: Pemerintah Didesak Evaluasi Total Seleksi Pegawai KPK
 
Dia meminta pimpinan KPK peka dengan upaya tersebut. Menurut dia, penonaktifan 75 pegawai ini juga berdampak pada citra KPK sebagai lembaga yang independen.
 
"KPK harus menunjukan kepada rakyat bahwa institusinya adalah reformis dan benar-bebar sebagai institusi yang independen, tidak terpengaruh dengan tekanan manapun," ujar dia.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif