Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.
Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.

Negara Multikultural Rentan Serangan Terorisme

Nasional Penembakan Selandia Baru
Lukman Diah Sari • 28 Maret 2019 19:09
Jakarta: Staf ahli Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah menyebut fenomena penyerangan atau aksi terorisme sangat terbuka di negara multikultural. Salah satunya Selandia Baru.
 
“Karena ruang itu sebebas-bebasnya dibuka menjadikan lebih soft target (mudah untuk diserang),” kata Teuku saat diskusi 'Apa dan Bagaimana New Zealand’ di kantor Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC), Jalan Brawijaya VIII, Jakarta Selatan, Kamis, 28 Maret 2019.
 
Teuku menegaskan aksi terorisme tak perlu dikaitkan dengan agama mana pun. Dia mencatat, tingkat ekstrimisme semakin meningkat kendati tak merujuk agama tertentu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kita juga harus menyikapi dengan rangkaian jelas. Terorist as terorist tidak perlu dikaitkan agama apa pun karena mereka tidak mewakili agama mana pun,” tegasnya.
 
Baca juga:Brenton Tarrant Tidak Ada Bedanya dengan Teroris ISIS
 
Teuku mengatakan, pemerintah Indonesia sangat mengapresiasi langkah yang diambil Selandia Baru dalam merespons aksi terorisme yang terjadi di negaranya kala itu. Menurutnya, Indonesia sangat tersentuh dan bersimpati dengan langkah yang diambil oleh Selandia Baru.
 
“Perdana menteri New Zealand melakukan komunikasi yang baik ke korban dan komunikasi yang baik di dunia. Ini contoh positif memberi label teroris yang dimotivasi kebencian ini reaksi yang sangat baik,” ucapnya.
 
Saat ini, kata Teuku, untuk kerja sama bilateral telah dilakukan. Salah satunya disepakati bidang pencegahan teror.
 
“Ini untuk berbagi laporan intelijen, bagaimana kita menyikapi tindakan seperti ini,” imbuhnya.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif