Brenton Tarrant, pelaku penembakan di Masjid di Christchurch, Selandia Baru. (Foto: AFP).
Brenton Tarrant, pelaku penembakan di Masjid di Christchurch, Selandia Baru. (Foto: AFP).

Brenton Tarrant Tidak Ada Bedanya dengan Teroris ISIS

Internasional Penembakan Selandia Baru
Fajar Nugraha • 21 Maret 2019 07:09
Ankara: Presiden Rurki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, pembantaian massal di dua masjid Selandia Baru tidak ada kaitannya dengan ajaran Kristen dan pelakunya tidak berbeda dengan teroris ISIS.
 
Baca juga: Pelaku Teror Christchurch Dihadapkan pada Penjara Seumur Hidup.
 
"Saya menolak gagasan yang mencoba menghubungkan serangan teroris pekan lalu dengan ajaran, moral dan prinsip dasar agama Kristen,” kata Erdogan dalam kolom opininya yang dimuat surat kabar The Washington Post, Rabu 20 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Apa yang terjadi di Selandia Baru adalah produk menyesatkan dari ketidakperdulian dan kebencian,” tegas Erdogan, seperti dikutip dari VOA Indonesia, Kamis 21 Maret 2019.
 
Pihak berwenang mengatakan, Brenton Tarrant, warga Australia pendukung supremasi kulit putih yang menjadi tersangka pembunuh 50 orang di dua masjid di Christchurch, tampaknya memiliki ketertarikan pada Islam dan perang-perang bersejarah Islam dan Kristen.
 
Mereka mengatakan, beberapa bulan sebelum melangsungkan serangan, Tarrant mengunjungi beberapa lokasi perang Kekasairan Ottoman atau Turki tempo dulu di Eropa.
 
Nama-nama beberapa perang antara Muslim dan pengikut ajaran Kristen di Eropa Timur antara abad ke-14 dan abad ke-20 tertulis di magasin-magasin senapannya. Dalam manifesto online-nya, Tarrant mengecam para imigran di negara-negara Barat dan menyerukan pembalasan terhadap Muslim.
 
Erdogan menuduh Tarrant yang berusia 28 tahun, yang mengunjungi Turki dua kali pada 2016, berusaha melegitimasi pandangannya yang keliru dengan mendistorsi sejarah dunia dan ajaran Kristen. Ia menambahkan, Tarrant berusah menanamkan benih kebencian di kalangan umat manusia.
 
Baca juga: Pelaku Penembakan Selandia Baru Mengincar Target Ketiga.
 
Presiden Turki itu mengatakan, Tarrant dan ISIS memiliki tujuan sama, yakni menundukkan Istanbul. ISIS, tulisnya, menyerukan untuk kembali menundukkan Istanbul, seperti halnya penyerang di Christchurch, yang dalam manifestonya bersumpah akan menjadikan kota itu kembali dikuasai Kristen.
 
Menyusul insiden pembantaian di Christchurch, Erdogan menyerukan negara-negara Barat untuk menentang rasisme, xenophobia danIslamophobia, yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Ia memuji PM Selandai Baru Jacinda Ardern yang mendesak pemimpin-pemimpin barat untuk merangkul Muslim yang hidup di negara mereka masing-masing.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif