Brenton Tarrant, pelaku penembakan di Masjid di Christchurch, Selandia Baru. (Foto: AFP).
Brenton Tarrant, pelaku penembakan di Masjid di Christchurch, Selandia Baru. (Foto: AFP).

Pelaku Teror Christchurch Dihadapkan pada Penjara Seumur Hidup

Internasional Penembakan Selandia Baru
Sonya Michaella • 18 Maret 2019 17:29
Christchurch: Pelaku penembakan Christchurch, Brenton Tarrant akan menghadapi tuntutan yang belum pernah diberlakukan di Selandia Baru. Dia lah orang pertama yang akan menerima hukuman ini.
 
Baca juga: Teroris Brenton Tarrant Muncul di Pengadilan Selandia Baru.
 
“Dia akan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat. Ia dinyatakan bersalah atas kasus pembunuhan, belum tuntutan terkait terorisme,” kata seorang pengacara pidana bernama Simon Cullen, dikutip dari AFP, Senin 18 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hukuman terpanjang atas kasus pembunuhan yang pernah terjadi di Selandia Baru pada 2001 kepada William Bell yang melakukan tiga pembunuhan sekaligus. Dia dipenjara selama 30 tahun.
 
Di samping itu, Selandia Baru sendiri telah menghapus aturan hukuman mati sejak 1961. Sebagai gantinya, Tarrant diprediksi akan diganjar hukuman seumur hidup.
 
“Saya yakin Tarrant akan dijatuhi hukuman terberat yang pernah ada di Selandia Baru. Dakwaan terhadapnya sangat ekstrem. Biasanya kasus pembunuhan di Selandia Baru dituntut 10 tahun penjara sebelum pembebasan bersyarat,” lanjut dia.
 
Baca juga: Keluarga Pelaku Penembakan Christchurch Meminta Maaf.
 
Namun, pakar hukum pidana dari Universitas Auckland Bill Hodge, mengatakan bahwa kemungkinan besar jaksa penuntut akan menghindari tuntutan terkait terorisme.
 
“Selandia Baru belum pernah menggunakan Undang-Undang Terorisme kami sebelumnya, dan UU tersebut dibuat untuk menghambat atau menuntut mereka yang terlibat dengan kelompok serta pendanaan juga publikasi terkait terorisme,” ucap Hodge.
 
Ia menambahkan, adanya tuntutan kepada Tarrant yang terkait dengan terorisme berisiko memperpanjang proses banding nantinya.
 
“UU itu belum diuji di proses banding. Pengadilan banding akan menunjukkan di mana akar masalahnya,” lanjut dia.
 
Meski korban tewas akibat penembakan yang dilakukan Tarrant mencapai 50 jiwa, sejauh ini polisi baru menjerat pria itu dengan satu dakwaan pembunuhan.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif