Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin - - Dok Kementerian BUMN
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin - - Dok Kementerian BUMN

Menkes: Proses Pengadaan Vaksin Imunisasi Dasar Lengkap Dipercepat

Ferdian Ananda • 18 Januari 2022 02:42
Jakarta: Kementerian Kesehatan akan mempercepat pengadaan vaksin imunisasi dasar lengkap. Stok vaksin yang sempat kurang membuat cakupan imunisasi dasar lengkap terhambat.
 
"Kita mencoba mengamati secara nasional apa yang harus kita perbaiki, melalui procurement karena kemarin sempat stok vaksin juga agak kurang, termasuk salah satunya DPT yang saya juga dapat masukan anggota dewan sehingga proses pengadaan vaksin sekarang akan kita percepat, vaksin imunisasi dasar lengkap bukan hanya vaksin covid-19 saja," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam Rapat Kerja Dengan Komisi IX DPR RI di gedung Nusantara I, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 17 Januari 2022.
 
Kemenkes mengakui ada kendala terkait penyimpanan vaksin imunisasi dasar lengkap karena telah diisi vaksin covid-19. Kemudian, distribusi dari provinsi ke kabupaten kota terkendala biaya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Vaksin ini mesti disimpan di lemari es, ternyata penuh oleh vaksin covid-19, dan juga reagen. Ini kita atur bagaimana caranya supaya satu sisi vaksin covid-19 lebih cepat, dan ruang yang cukup untuk imunisasi dasar lengkap," ujar dia.
 
Baca: Tak Imunisasi Anak Bisa Timbulkan KLB
 
Budi tak memungkiri adanya kendala lain bahwa para tenaga kesehatan (nakes) terbagi untuk penanganan pandemi dan vaksinasi covid-19.
 
"Nantinya kita akan melakukan program bagaimana selain vaksinasi covid-19, dilakukan juga kombinasi imunisasi dasar lengkap lainnya sehingga sekali datang bisa langsung dicek pada anak-anaknya," papar dia.
 
Budi mengatakan pencatatan laporan sistem informasi imunisasi dasar lengkap juga masih jauh dari pendataan vaksinasi covid-19. Tentunya ini menjadi perhatian agar bisa diintegrasikan dalam aplikasi pelaporan yang terpadu.
 
"Imunisasi dasar lengkap itu sasarannya banyak bayi dan di bawah 2 tahun, sehingga nanti kita akan memastikan program untuk bayi dan anak di bawah 2 tahun ini tidak terganggu atau digabungkan dengan aktivitas covid-19 kita (dewasa) juga akan dilakukan pada anak sekolah," tutur dia.
 
Dia mengakui sejak pandemi covid-19 melanda, program imunisasi dasar lengkap turun. Namun, cakupannya di beberapa daerah tetap tinggi, sehingga upaya pencontohan dilakukan dengan daerah tersebut.
 
"Kita akan belajar, berdiskusi, melakukan replikasi program suksesnya mereka ke daerah lainnya. Kita sudah mengindentifikasi kekurangan selama covid-19 yang terjadi pada program imunisasi dasar lengkap ini," ujar dia.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif