Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. ANT/M Adimaja.
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. ANT/M Adimaja.

Airlangga Singgung Keterpurukan Golkar di Era Novanto

Nasional munas golkar
Whisnu Mardiansyah • 04 Desember 2019 14:53
Jakarta: Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyinggung masa kelam partai di bawah komando Setya Novanto saat pidato laporan pertanggung jawaban. Novanto membuat reputasi partai berlambang beringin itu anjlok.
 
Airlanga memiliki tugas berat menyolidkan kembali kekuatan partai sepeninggal Novanto. Ia mendapatkan 'warisan' buruk saat mengambil alih kursi ketua umum Golkar.
 
"Dalam situasi semacam itu, konsolidasi, kaderisasi dan pembinaan tidak berjalan semestinya," kata Airlangga di Munas X Partai Golkar di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 4 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelum dipimpin Novanto, Golkar punya masalah dualisme partai. Masalah ini membuat Golkar tak bisa berpartisipasi di Pilkada 2015. Setelah dipimpin Novanto, badai kasus korupsi menerjang partai berlambang beringin.
 
Novanto bersama Sekjen Partai Golkar saat itu Idrus Marham dibui karena kasus korupsi. Elektabilitas partai merosot tajam.
 
"Karena pucuk pimpinan partai pun ditimpa hukum. Ketika itu Golkar menjadi bulan-bulanan media terutama berita negatif di media sosial sehingga citra dan elektabilitas Golkar merosot cukup tajam," kata Airlangga.
 
Airlangga mengeklaim berhasil mengembalikan kepercayaan publik. Buktinya, Golkar berhasil menempati posisi ketiga suara nasional pada Pemilu 2019.
 
"Ibarat kapal yang oleng (dihantam) badai besar Golkar menemukan nakhoda menyelamatkan kapal tersebut sehingga penumpang selamat sampai tujuan," pungkasnya.
 

 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif