Sesjen MPR Ma`ruf Cahyono (Foto: Dok.MPR)
Sesjen MPR Ma`ruf Cahyono (Foto: Dok.MPR)

Bukti Perhatian Presiden terhadap Sejarah Bangsa

Nasional berita mpr
Pelangi Karismakristi • 28 Mei 2016 15:12
medcom.id, Jakarta: Peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni, di Bandung, tinggal menghitung hari. Rencananya, Presiden Joko Widodo akan hadir dalam acara tersebut.
 
Rencana kehadiran Presiden menurut Sekretaris Jenderal MPR Ma'ruf Cahyono merupakan salah satu bentuk atensi sekaligus penghargaan terhadap sejarah bangsa.
 
"Ini penting karena kalau bukan negara sendiri, siapa lagi yang akan menghargai sejarah bangsa Indonesia," ujar Ma'ruf di Jakarta, Sabtu (28/5/2016).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ma'ruf memandang perlunya tradisi meneruskan Peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni. Sebab, pada kegiatan itu terkandung maksud untuk menanmkan nilai-nilai kenangsaan. Sekaligus juga melakukan refleksi terhadap sejarah, dan memaknainya sebagai stimulan untuk mengingatkan perjalanan sejarah yang terjadi di Indonesia, serta menerapkan nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
 
"Upaya-upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan itu merupakan proses yang tak boleh terhenti, karena itu peringatan pidato Bung Karno 1 Juni akan terus dilakukan MPR. Kita berharap melalui peringatan ini Pancasila akan hidup dan berkembang sesuai zamannya", kata Ma'ruf.
 
MPR pun telah menyiapkan berbagai rangkaian acara agar agenda tahunan terbesar MPR ini semakin meriah. Di antaranya bedah buku atau Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat. Buku yang akan dibedah yakni Bung Karno, Menggali Pancasila dan Membangun Dunia Kembali.
 
Tak kalah menariknya, pertunjukan wayang golek dengan lakin Semar Tandang dalam arahan dalang Ki Dadan Sunandar akan menghibur warga Bandung dan sekitarnya. Ada juga seminar nasional kebangsaan yang akan dibawakan oleh Pimpinan MPR.
 
"Ada beberapa acara yang sengaja dilaksanakan untuk menyemarakkan peringatan 1 Juni, dengan harapan memberi dampak yang besar, dan mengingatkan kembali terhadap kesadaran berbangsa", harap Ma'ruf.
 
Acara tersebut juga menarik perhatian awak media. Tercatat 35 media lokal telah mendaftarkan diri untuk peliputan. Bahkan, media internasional pun menyatakan keinginannya berkontribusi mengabarkan perhelatan akbar itu kepada masyarakat dunia.
 
Pada 71 tahun silam, tepatnya 1 Juni 1945, Soekarno menyampaikan pidato berisi pemikirannya tentang Pancasila. Menurut Soekarno, gagasan tentang Pancasila dia ambil dari nilai-nilai luhur yang sudah dimiliki bangsa Indonesia sejak zaman dahulu.
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif