Anggota Komisi I DPR Muhammad Farhan dalam program Crosscheck #FromHome by Medcom.id, Minggu, 5 September 2021. Foto: Medcom.id
Anggota Komisi I DPR Muhammad Farhan dalam program Crosscheck #FromHome by Medcom.id, Minggu, 5 September 2021. Foto: Medcom.id

Indonesia Dinilai Harus Mempersempit Defisit Kepercayaan Dunia Terhadap Taliban

Nasional Taliban afghanistan taliban afghanistan radikalisme Crosscheck
Fachri Audhia Hafiez • 05 September 2021 14:27
Jakarta: Indonesia dinilai perlu mempersempit defisit kepercayaan dunia terhadap kelompok Taliban. Hal ini dibutuhkan seiring dengan perubahan paham yang dianut kelompok itu dari transnasional menjadi nasionalis.
 
"Kita harus bisa menyempitkan trust deficit ini," kata anggota Komisi I DPR Muhammad Farhan dalam program Crosscheck #FromHome by Medcom.id bertajuk 'Taliban Bermuka Dua ke Indonesia?' Minggu, 5 September 2021.
 
Menurut Farhan, beberapa syarat harus dipenuhi Taliban untuk memberikan pandangan baru. Pertama, Taliban harus bisa mengusir ISIS-K atau Negara Islam Khorasan (NIK). Kelompok itu merupakan sayap kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS) yang terbentuk sejak 2015.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Pasukan Perlawanan NRFA Klaim Bunuh 600 Militan Taliban
 
Kedua, yakni Taliban harus melepas pengaruh dari kelompok Al-Qaeda. Pengaruh Al-Qaeda membekas ketika Taliban menyembunyikan keberadaan pimpinan Al-Qaeda Osama bin Laden di Afghanistan pada 1996-2001.
 
"Ternyata kelompok Taliban waktu itu mempersilakan Afghanistan menjadi istilahnya itu markasnya Al-Qaeda sehingga bisa melakukan pelatihan kemudian juga upaya penyebaran paham radikalisme secara transnasional," ujar Farhan.
 
Syarat ketiga, yakni Taliban harus bisa memerangi kelompok pemberontak Panjshir. Terakhir, mereka harus bisa membangun pemerintahan dengan struktur yang tepercaya.
 
"Taliban membangun pemerintahan yang terpercaya, inklusif, dan ideologi nasionalistik, tidak transnasional. Itu yang kita nantikan," ujar Farhan.
 
Di sisi lain, politikus Partai NasDem itu juga meminta Indonesia mewaspadai kemenangan Taliban di Afghanistan. Dampak kejadian itu pada kondisi di dalam negeri perlu terus dipantau.
 
Kemungkinan sel-sel radikalisme tumbuh di Tanah Air harus segera dideteksi. Dengan begitu, paham itu tak berkembang lebih masif di dalam negeri.
 
"Glorifikasi sosok Taliban sebagai hero kemudian menjadi lahan yang subur untuk tumbuhnya ideologi radikalisme agama," ucap Farhan.
 
Hai Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk  https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/Ovo @Rp50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkesan. Salam hangat.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif