Ilustrasi KPK/Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
Ilustrasi KPK/Medcom.id/Candra Yuri Nuralam

Program Politik Cerdas KPK Kebanjiran Respons Positif

Candra Yuri Nuralam • 18 Mei 2022 11:18
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengundang 20 petinggi partai politik dalam agenda Politik Cerdas Berkualitas hari ini, 18 Mei 2022. Program antikorupsi itu mendapatkan respons positif dari beberapa petinggi partai.
 
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboe Bakar Al-Habsyi menyebut program antikorupsi ini sejalan dengan komitmen partainya. "Cocok lah (dengan PKS) kita kan sejalan. Kita berharap apa yang disampaikan oleh KPK semoga partai-partai ini akan menjadi positif dan bekerja sama yang baik," kata Aboe Bakar di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu, 18 Mei 2022.
 
Menurut dia, partai politik membutuhkan program ini. Program tersebut diyakini bisa menguatkan integritas politikus di Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Program Antikorupsi, NasDem dan 19 Partai Diundang KPK
 
Ketua Umum Dewan Perwakilan Pusat (DPP) Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo mendukung penuh program Lembaga Antikorupsi. Dia menilai program tersebut merupakan kesepakatan mencegah korupsi antara KPK dan partai politik.
 
"Bagus lah kalau KPK menginisiasi pertemuan begini untuk menegaskan kesepakatan bersama bahwa kita menyelenggarakan pemilu yang bersih," ujar Hary.
 
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha berkomitmen mengikuti semua program antikorupsi dari KPK. Program tersebut bagus untuk peningkatan integritas politikus di Indonesia.
 
Sebanyak 20 parpol diundang KPK dalam program politik cerdas berintegritas hari ini. Partai yang diundang merupakan peserta ajang kontestasi politik pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Rinciannya ialah Partai NasDem, Partai Amanat Rakyat (PAN), Partai Beringin Karya (Berkarya), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Demokrat (PD).
 
KPK juga mengundang Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda), dan Partai Golongan Karya (Golkar). Kemudian, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKP Indonesia), Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
 
Selanjutnya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Aceh (PA), Partai Daerah Aceh (PD Aceh), Partai Nanggroe Aceh (PNA), dan Partai Suara Independen Rakyat Aceh (SIRA).
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif