Ketua MPR Bambang 'Bamsoet' Soesatyo. Foto: Medcom.id/Whisnu Mardiansyah
Ketua MPR Bambang 'Bamsoet' Soesatyo. Foto: Medcom.id/Whisnu Mardiansyah

Bamsoet Tak Akan Digeser dari Kursi Ketua MPR

Nasional partai golkar munas golkar
Whisnu Mardiansyah • 04 Desember 2019 10:24
Jakarta: Posisi Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) sebagai ketua MPR dipastikan tak akan digantikan. Bamsoet tetap aman duduk di kursi setelah mundur dari bursa pencalonan ketua umum (ketum) Musyawarah Nasional (Munas) X Partai Golkar.
 
Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk Freidrich membantah posisi ketua MPR ini salah satu kesepakatan Ketum Airlangga Hartarto dan Bamsoet yang difasilitasi tokoh senior Partai Golkar Luhut Binsar Pandjaitan. Kursi ketua MPR sejak awal memang diserahkan kepada Bamsoet.
 
"Tidak ada sesuatu hal yang membuat Bamsoet harus dicopot. Indikator-indikator itu tidak ada," kata Lodewijk usai pembukaan Munas di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 4 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lodewijk menegaskan keputusan mempertahankan jabatan ketua MPR bukan hasil lobi. Airlangga dan Bamsoet hanya sepakat untuk menjaga soliditas. Airlangga pun berjanji merangkul loyalis-loyalis kubu Bamsoet untuk menempati posisi di DPR.
 
"Karena tidak ada ancaman, itu kan orang saja ngomong (ada lobi). Masa orang calonkan ketum terus otomatis beda pandangan terus harus dicopot kan tidak," tegas Lodewijk.
 
Bamsoet mundur sebagai calon ketua umum (caketum) Golkar setelah Bamsoet menerima masukan tokoh senior Golkar. Dia menyatakan langkahnya tersebut sebagai upaya menjaga soliditas Golkar.
 
Langkah Bamsoet diikuti caketum lainnya, Agun Gunandjar. Agun mengaku ingin merawat semangat rekonsiliasi di dalam Munas X Golkar.
 
Kandidat lainnya, Ali Yahya, juga keluar dari pertarungan pemilihan ketum Golkar. Ali diduga kesulitan memenuhi syarat lanjutan 30 persen surat dukungan dewan pimpinan daerah (DPD) Golkar seluruh Indonesia.
 
Kini, tinggal caketum Ridwan Hisjam yang menjadi pesaing Airlangga. Namun, Ridwan memastikan tak bakal mengikuti kubu lain yang 'lempar handuk' di ring pertarungan ketum Partai Golkar.
 
"Alasan apa mengundurkan diri?" kata Ridwan di area munas Golkar.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif