Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie. Foto: MI/Atet Dwi
Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie. Foto: MI/Atet Dwi

Airlangga Masih Punya Saingan

Nasional munas golkar
Suci Sedya Utami • 03 Desember 2019 19:48
Jakarta: Calon ketua umum (caketum) Golkar petahana Airlangga Hartarto belum bisa bernapas lega meski Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) mundur bursa pencalonan. Airlangga mesti menghadapi calon-calon lain.
 
"Ini bukan berarti Pak Airlangga enggak punya saingan. Masih ada tujuh lagi orang yang kemarin mengembalikan dokumen yang tentu kita akan lihat syarat-syarat mendapatkan 30 persen," kata Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie di Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta Pusat, Selasa, 3 Desember 2019.
 
Sebanyak sembilan calon maju caketum Golkar mereka yakni Airlangga Hartanto, Bambang Soesatyo, Ridwan Hisjam, Ali Yahya, Achmad Annama, Indra Bambang Utoyo, Agun Gunandjar Sudarso, Derek Lopatty dan Aris Mandji. Hasil verifikasi menetapkan empat calon gagal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mereka yakniIndra Bambang Utoyo, Achmad Anama, Aris Mandji dan Derek Lopati. Artinya, lima calon bakal bersaing.
 
Bambang Soesatyo mundur seagai caketum Golkar. Keputusan ini diambil setelah Bamsoet menerima masukan dan saran tokoh senior Golkar.
 
"Dengan semangat rekonsiliasi yang telah disepakati bersama, demi menjaga soliditas dan keutuhan partai Golkar, maka saya pada sore hari ini menyatakan tidak meneruskan pencalonan saya sebagai kandidat ketua umum Partai Golkar untuk periode 2019-2024," kata Bamsoet.
 
Bamsoet mempertimbangkan banyak hal sebelum memutuskan mundur dari pertarungan kursi nomor satu di Golkar. Salah satunya, kondisi yang mulai memanas jelang Musyawarah Nasional (Munas) Golkar.
 
Bamsoet ingin situasi kondusif tetap terjaga sehingga tidak mengganggu pertumbuhan ekonomi nasional. Dia meminta seluruh kader Golkar, terutama para pendukungnya kembali merajut persatuan.
 
"Jadi enggak ada lagi kubu Bamsoet atau AH (Airlangga Hartarto). Yang ada adalah pro-Golkar dan pro-Indonesia maju," jelas Bamsoet.

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif