Ketua DPR RI Puan Maharani. Foto: DPR
Ketua DPR RI Puan Maharani. Foto: DPR

Puan Tekankan Pentingnya Aksi Nyata di Forum Pengurangan Risiko Bencana PBB

Antara • 27 Mei 2022 00:59

Tak hanya itu, berbagai upaya di tingkat internasional pada pengurangan risiko bencana disebut harus dibarengi dengan penguatan fondasi internal negara. Menurut Puan, fondasi internal negara perlu diarahkan dalam membangun kedaulatan pangan, industri ramah lingkungan, optimalisasi energi baru dan terbarukan, serta pembangunan berwawasan ketahanan menghadapi bencana.
 
"Implementasi tiga agenda transformatif, yakni Sendai Framework on Disaster Risk Reduction (SFDRR), SDGs dan Paris Agreement di tingkat nasional maupun global, membutuhkan konsistensi, sinergi, dan koordinasi di setiap tingkatan (at all level). Kebutuhan pelibatan multipihak menjadi semakin mengemuka, DRR is every one business," kata dia.
 
Puan menegaskan DPR siap bergerak bersama dengan parlemen negara-negara lain untuk memperkuat peran dalam pengurangan risiko bencana. Apalagi, tantangan ke depan juga tidak akan semakin mudah.
 
"Sekarang adalah saatnya untuk segera bertindak tanpa menunda (without any delay)," tegas Puan.
 
Puan meyakini dan percaya konferensi ini akan mampu menghasilkan rumusan yang tepat yang dapat diimplementasikan dalam memperkuat resilience dalam menghadapi bencana dan pembangunan berkelanjutan, sesuai dengan sasaran GPDRR 2022.
 
"Rumusan komitmen bersama adalah penting, akan tetapi tindakan nyata, sekecil apa pun, menjadi lebih penting bagi kita untuk semakin dekat mencapai pembangunan berkelanjutan. Dengan kerja sama yang solid dan tindakan nyata di tataran nasional dan internasional maka tujuan transformatif dari SFDRR, SDGs, dan Paris Agreement akan dapat tercapai sesuai dengan yang kita harapkan bersama," kata Puan.
 
Hadir dalam acara ini, Presiden Sesi ke-76 UN General Assembly (Presiden Majelis Umum PBB) Abdulla Shahid dan Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana Mami Mizutori. Ajang GPDRR 2022 bertujuan meningkatkan upaya melalui komunikasi dan koordinasi antara para pemangku kepentingan seperti pemerintah, PBB organisasi dan institusi internasional, LSM, ilmuwan atau akademisi, dan pelaku sektor swasta di mana Indonesia menjadi tuan rumah pada pertemuan ke-7 ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lewat GPDRR, para pemangku kepentingan diharapkan dapat berbagi pengalaman dalam merumuskan panduan strategis untuk pelaksanaan kerangka global PRB (pengurangan risiko bencana) atau Sendai Framework for DRR (disaster risk reduction) 2015-2030.
 
(JMS)
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif