Ketua DPP NasDem Willy Aditya. Foto: Istimewa
Ketua DPP NasDem Willy Aditya. Foto: Istimewa

RUU PDP Harus Mengantisipasi Penyalahgunaan Data Pribadi

Nasional Kominfo teknologi
Anggi Tondi Martaon • 25 Februari 2020 20:00
Jakarta: Anggota Komisi I DPR Willy Aditya meminta RUU Pelindungan Data Pribadi (PDP) mengatur atau mengantisipasi penyalahgunaan data pribadi setiap warga oleh negara. RUU PDP tidak boleh melanggar kedaulatan warga.
 
"Jadi RUU ini juga harus menekankan bagaimana antisipasi terhadap penyalahgunaan lembaga negara atas data pribadi warganya, itu disiapkan. Jangan sampai kedaulatan warga terlanggar, meski atas nama negara," kata Willy alam keterangan tertulis, Selasa, 25 Februari 2020.
 
Willy mengaku melihat adanya potensi penyalahgunaan kekuasaan oleh negara (abuse of power) dalam RUU tersebut. Sebab, tidak ada ketentuan sanksi pelanggaran yang dilakukan oleh lembaga negara jika menyalahgunakan data pribadi warga.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"RUU PDP hanya mengatur sengketa antar pribadi dan sengketa pribadi dengan korporasi," kata Willy.
 
Menurut dia, ada banyak lembaga negara yang saat ini memiliki data pribadi warga, seperti Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), dan Kepolisian. Potensi penyalahgunaan tetap ada untuk kepentingan oknum tertentu.
 
RUU PDP Harus Mengantisipasi Penyalahgunaan Data Pribadi
Ilustrasi: Medcom.id
 
Oleh karena itu, ketentuan sanksi bagi lembaga negara harus dibuat dengan jelas dalam RUU PDP. Jika perlu, kata dia, dibuat sebuah lembaga yang secara khusus bertindak sebagai regulator dan pengawas dalam rangka pelindungan data pribadi tersebut.
 
"Lembaganya independen seperti Komnas HAM, KPI, KPK, dan sebagainya. Lembaga independen yang dibentuk oleh negara. Ini saya kira perlu dipertimbangkan keberadaannya," tegasnya.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif