NEWSTICKER
Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Lucius Karus. Foto: Medcom.id
Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Lucius Karus. Foto: Medcom.id

Penyusunan Draf Omnibus Law Dinilai Sengaja Tertutup

Nasional Omnibus Law Rangkuman Nasional
Anggi Tondi Martaon • 11 Februari 2020 15:01
Jakarta: Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Lucius Karus menyayangkan sikap pemerintah tertutup dalam penyusunan draf omnibus law. Lucius menduga ada unsur kepentingan dalam pembahasan undang-undang sapu jagat ini.
 
"Itu (omnibus law) urusannya dengan begitu banyak pebisnis dan korporasi. Bukan tidak mungkin memang RUU (Rancangan Undang-undang) ini disusun tertutup untuk lebih banyak mendengar suara koorporasi dan pengusaha," kata Lucius pada Medcom.id, Selasa, 11 Februari 2020.
 
Lucius memprediksi pembahasan omnibus law berjalan alot. Suara partai politik diyakini tidak sama lantaran pembahasan lahan mendulang aspirasi masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menuturkan banyak poin-poin draf omnibus law ditentang masyarakat. Lucius yakin momen ini bakal dimanfaatkan partai politik.
 
"Karena mereka semua dengan cara masing-masing ingin menunjukkan mereka yang pro rakyat," tutur dia.
 
Penyusunan Draf Omnibus Law Dinilai Sengaja Tertutup
Ilustrasi DPR. Foto: Medcom.id
 
Lucius mengakui tidak ada kewajiban melibatkan stakeholder dalam penyusunan draf. Namun, masyarakat tetap harus dilibatkan lantaran aturan ini berkaitan dengan kepentingan banyak pihak.
 
"Kenapa kemudian tidak sejak awal melibatkan publik daripada kemudian nanti semuanya dibahas lalu memunculkan eskalasi penolakan dari publik. Itu kan yang dirugikan nanti pemerintah," kata Lucius.
 
Empat omnibus law Rancangan Undang-Undang masuk Prolegnas Prioritas 2020. Keempatnya, RUU Kefarmasian, RUU Cipta Lapangan Kerja, RUU Fasilitas Perpajakan untuk Penguatan Perekonomian, dan RUU Ibu Kota Negara.
 
RUU Cipta Lapangan Kerja mendapat banyak penolakan dari buruh. RUU dinilai cuma menguntungkan pengusaha.
 

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif