anggota Komisi III Eva Yuliana dalam diskusi virtual Crosscheck Medcom.id bertajuk ‘Misteri Tragedi Lapas Tangerang,' Minggu, 12 September 2021. Dok. Tangkapan Layar
anggota Komisi III Eva Yuliana dalam diskusi virtual Crosscheck Medcom.id bertajuk ‘Misteri Tragedi Lapas Tangerang,' Minggu, 12 September 2021. Dok. Tangkapan Layar

Legislator Nilai Jaksa Perlu Mendapatkan Perlindungan

Cahya Mulyana • 22 November 2021 07:55
Jakarta: Jaksa dan keluarganya dinilai perlu mendapatkan jaminan keamanan mengingat profesinya rentan terhadap teror. Jaminan keamanan itu bisa menjadi salah satu poin yang dimasukkan ke dalam revisi Undang-Undang tentang Perubahan atas UU Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan.
 
“Kita sudah melihat beberapa kejadian yang tidak kita inginkan terjadi kepada jaksa dan keluarganya. Terlepas dari jaksa tersebut sedang dalam menangani kasus atau di luar menangani kasus,” kata anggota Komisi III dari Fraksi Partai NasDem, Eva Yuliana, dalam keterangan tertulis, Senin, 22 November 2021.
 
Dia menegaskan negara harus hadir dan bertanggung jawab memberi perlindungan kepada aparaturnya dari teror. Sehingga, dia akan memastikan RUU Kejaksaan memuat poin-poin yang berkaitan dengan perlindungan terhadap jaksa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Perlindungan ini pasti kita berikan karena memang tugas yang dilakukan seorang jaksa itu sarat dengan pressure, teror, dan sebagainya," ujar dia.
 
Baca: Revisi UU Kejaksaan, Jaksa Agung Diusulkan Tak Lagi Dipilih Langsung Presiden
 
Sebelumnya, isu negatif terus diembuskan untuk menyerang Jaksa Agung ST Burhanuddin. Tindakan itu dilakukan untuk mengganggu kinerja Kejaksaan.
 
Serangan terhadap Jaksa Agung itu diduga berasal dari koruptor, mafia, hingga kaki tangannya yang tak senang dengan kinerja Kejaksaan. Mereka berupaya mendelegitimasi penegakan hukum oleh Kejaksaan Agung yang sudah berjalan dengan baik.
 
“LSM dan media jangan terjebak ke dalam permainan koruptor atau mafia dan oknum-oknum yang punya agenda tertentu. Internal Kejaksaan harus solid menghadapi serangan para koruptor, mafia dan kaki tangannya,” ujar pakar hukum pidana Dwi Seno Wijanarko dalam keterangam tertulis, Rabu, 17 November 2021.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif