Ilustrasi teroris/Medcom.id
Ilustrasi teroris/Medcom.id

2 dari 5 WNI Fasilitator Keuangan ISIS Dideradikalisasi di Amerika

Nasional terorisme polri isis densus 88 Deradikalisasi Terduga Teroris BNPT
Siti Yona Hukmana • 13 Mei 2022 14:50
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memonitor keberadaan dua dari lima warga negara Indonesia (WNI) fasilitator keuangan Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) di Amerika Serikat (AS). Keduanya disebut tengah menjalani deradikalisasi
 
"Kalau yang dua sudah jelas, yang eks narapidana terorisme (napiter) sudah jelas kan selalu dimonitor. Kalau masih belum moderat tetap kita lakukan deradikalisasi, " kata Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Ahmad Nurwakhid kepada Medcom.id, Jumat, 13 Mei 2022. 
 
Ahmad mengatakan semua mantan napiter itu di bawah pantauan BNPT dan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri. Keberadaannya pun sudah diketahui, namun dia enggan membeberkannya. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hanya, Ahmad menekankan keduanya akan menjalani deradikalisasi sampai moderat. Sementara itu, tiga lainnya diketahui masih berada di luar negeri. 
 
"(Yang tiga) ada keterangan di Suriah, Turki. Itu kan (mereka) ada di kamp dan lain sebagainya," ucap jenderal polisi bintang satu itu. 
 
Baca: BNPT Sebut Kerja Sama Pentahelix Sukses Terapkan Deradikalisasi Narapidana
 
BNPT dan Densus terus memonitor ketiga WNI tersebut. Mereka juga diupayakan mengikuti program deradikalisasi. 
 
Ahmad menuturkan deradikalisasi dilakukan terhadap tersangka, terdakwa, terpidana narapidana maupun mantan napi. Menurutnya, deradikalisasi adalah upaya untuk mengembalikan seseorang yang terpapar paham radikal menjadi moderat, minimal mengurangi tingkat keterpaparan. 
 
"Proses deradikalisasi itu hanya diperuntukkan bagi mereka yang menjadi tersangka, terdakwa, terpidana, narapidana maupun mantan napi tindak pidana terorisme. Jadi, meskipun mereka sudah jadi eks napiter ada di luar (negeri) kalau dia belum moderat maka tetap dilakukan monitoring untuk dilakukan proses deradikalisasi, " jelas Ahmad. 
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif