Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni/Medcom.id/Fachri
Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni/Medcom.id/Fachri

Geram, Sahroni Minta Kasus Pelecehan Pelatih Futsal di Bogor Diusut Tuntas

Anggi Tondi Martaon • 07 Februari 2022 18:37
Jakarta: Salah satu oknum pelatih futsal di Bogor, Jawa Barat, diduga melakukan pelecehan seksual kepada anak didiknya. Tindakan pelaku itu ramai dikecam di media sosial, salah satunya disampaikan Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni. 
 
"Lagi-lagi kasus pelecehan seksual terhadap anak terjadi. Saya mendengarnya tentu sangat geram," kata Sahroni melalui keterangan tertulis, Senin, 7 Februari 2022. 
 
Politikus NasDem itu sangat menyayangkan pelecehan seksual kembali dilakukan para tenaga pendidik. Seharusnya, mereka menjadi pelindung bagi penerus bangsa. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Lestari Moerdijat Ingin Komitmen Percepatan RUU TPKS Terus Diperkuat
 
Dia pun mengapresiasi respons cepat Polri. Oknum pelatih futsal tersebut sudah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. 
 
"Saya sangat apresiasi Polri yang dengan cepat menangkap pelaku," ungkap dia. 
 
Dia meyakini kasus pelecehan seksual tersebut bisa ditangani dengan baik. Apalagi Polri memiliki direktorat khusus melayani laporan kejahatan terhadap perempuan dan anak. 
 
Selain fokus memproses pelaku, keberadaan direktorat khusus perempuan dan anak itu diharapkan dapat memulihkan korban. Pasalnya, mayoritas korban merupakan anak-anak. 
 
"Masa depan mereka masih panjang, jangan sampai kasus ini membuat trauma berat bagi mereka. Harus dibantu hingga pulih," sebut Sahroni. 
 
Masyarakat diimbau memberikan dukungan kepada Polri. Sehingga proses hukum pelaku dan pemulihan korban berjalan dengan baik. 
 
"Biarkan pihak kepolisian melakukan tugasnya, namun kita tetap awasi proses penangannya hingga tuntas,” ujar dia. 
 
Tindakan pelecehan oknum pelatih futsal di Bogor ramai diperbincangkan di media sosial. Kasus ini pertama kali disampaikan pengguma instagram @ganenxx.theja. Jumlah korban mencapai 64 orang. Mayoritas korban merupakan anak-anak.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif