Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Foto: Medcom.id/Dheri Agriesta.
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Foto: Medcom.id/Dheri Agriesta.

JK: Indonesia Butuh Sosok Pencipta Lapangan Kerja

Nasional jusuf kalla
Achmad Zulfikar Fazli • 16 Maret 2019 10:52
Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai tingkat pengangguran di Indonesia masih sangat tinggi. Minimnya lapangan pekerjaan disebut menjadi salah satu sebab.
 
"Kita butuh orang yang dapat meng-create lapangan kerja," kata JK dalam acara Sarasehan LPDP 2019 'Kembali Untuk Negeri' di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat malam, 15 Maret 2019.
 
Menurut JK, investasi ekspor RI saat ini lebih rendah dari negara lain. Karena itu, Indonesia membutuhkan anak-anak muda yang kreatif untuk lebih maju.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia bercerita pengalamannya 40 tahun menjadi pengusaha. Dulu, kata dia, pengusaha sulit untuk meningkatkan ekonomi negara bila mengalami rugi.
 
Hal itu berbeda dengan kondisi saat ini. JK mengungkap pengusaha sekarang bisa meningkatkan ekonomi negara saat perusahaannya merugi.
 
Karena itu, dia meminta para anak-anak muda untuk berwirausaha. Sehingga, lapangan pekerjaan terbuka dan sumber daya manusia (SDM) terserap dengan baik.
 
Baca juga:JK: Teknologi Mengubah Sistem Pemerintah
 
Menurut dia, generasi muda juga harus punya spirit entrepreneurship untuk memajukan perekonomian Tanah Air. Dengan usaha yang baik akan berdampak positif kepada perekonomian negara.
 
"Kita butuh banyak pajak, pajak itu muncul dari kemajuan ekonomi yang baik, kemajuan ekonomi yang baik hanya muncul dari usaha yang baik dan investasi yang baik, dan masyarakat yang bekerja dengan sepenuh hati," ujar mantan Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri Indonesia itu.
 
Dia pun meminta generasi muda tak mengharapkan bekerja di pemerintahan. Karena tak banyak yang akan diterima. Generasi muda harus lebih memiliki andil dalam membuka lapangan pekerjaan.
 
"Paling penting adalah pikiran anda, jangan mengharap banyak kepada bekerja di pemerintah. mungkin diterima kurang dari lima persen tapi bagaiman anda justru anda mempekerjakan orang. Bagaimana anda produktif," pungkas dia.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif