Ilustrasi kapal feri. ANTARA/Kornelis Kaha
Ilustrasi kapal feri. ANTARA/Kornelis Kaha

Komisi VI DPR akan Panggil ASDP Terkait Akuisisi Jembatan Nusantara

Whisnu Mardiansyah • 05 Desember 2022 21:29
Jakarta: Komisi VI DPR RI berencana akan memanggi PT ASDP terkait akuisisi saham PT Jembatan Nusantara. Akuisisi saham ini dinilai terlalu kemahalan.
 
"Kami akan coba dalami (kejanggalan) ini. Kami akan jadwalkan (pemanggilan ASDP) untuk mendalami," kata Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Haikal di Jakarta, Senin, 5 Desember 2022.
 
Haikal menyatakan siap mendalami akuisisi saham PT Jembatan Nusantara (JN) yang dilakukan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Haikal menilai langkah ASDP yang membeli 100 persen saham perusahaan pesaingnya itu banyak keliru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Haikal mengatakan tak tanggung-tanggung, pembelian tersebut mencapai Rp1,3 triliun. Dengan pembelian ini, ASDP menguasai 100 persen saham PT Jembatan Nusantara berikut 53 kapal yang mereka kelola. 
 
Baca: Pembahasan Tingkat I RUU Ekstradisi Buronan Rampung dalam Hitungan Jam

Pembelian ini menurutnya tidak layak. Pasalnya, dari 53 kapal, hampir semuanya berusia di atas 20 tahun. Bahkan ada 30 kapal yang tak bisa berlayar karena rusak atau izin trayeknya kedaluwarsa. 
 
Belum lagi PT ASDP harus menaggung utang PT Jembatan Nusantara sebesar Rp116,2 miliar yang bakal jatuh tempo pada Desember tahun ini. Beban ini belum termasuk utang Rp83 miliar yang harus dibayarkan dari hasil pembelian saham perusahaan itu.
 
Menurut Haikal, ASDP sebenarnya pernah menyampaikan rencana pembelian PT Jembatan Nusantara ini ke Komisi VI DPR. Hanya saja ia menyayangkan ASDP tidak detail mejelaskan pembelian tersebut, termasuk adanya kapal-kapal yang tidak layak pakai yang dibeli dari PT JN.
 
"Ini pernah dipaparkan secara rencana korporasi tapi tidak detail. Saat itu ASDP secara garis besar hanya bicara tentang menambah market share," jelasnya.
 
Komisi VI akan memanggil PT ASDP untuk menjelaskan soal prmbelian saham PT JN yang penuh masalah tersebut. "Kita coba (panggil) dalam masa sidang ini," tegasnya.
 
(WHS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif