Mendagri Dianggap Lepas Tangan soal KTP-el Tercecer

Whisnu Mardiansyah 28 Mei 2018 09:41 WIB
korupsi e-ktpe-ktp
Mendagri Dianggap Lepas Tangan soal KTP-el Tercecer
Ilustrasi KTP-el/ANT/Irwansyah Putra
Jakarta: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo dianggap lepas tangan soal KTP-el tercecer di Bogor,  Jawa Barat. Anggota Komisi II Sutriyono menyayangkan kesimpuan Tjahjo yang menyebut ada sabotase dalam insiden tersebut.

"Kesimpulan ini terlalu  dini. Sebelum ada penyelidikan independen, kurang tepat Mendagri menyebutkan adanya sabotase. Seolah Kemendagri ingin berlepas diri dengan kejadian ini," kata Sutriyono saat dihubungi, Senin, 28 Mei 2018.

Medagri seharusnya gamblang menjelaskan unsur sabotase dimaksud. Politikus PKS itu justru mempertanyakan bagaimana bisa institusi negara sebesar Kemendagri disabotase.


"Lantas, siapa yang melakukan saboatse? Motifnya apa untuk melakukan sabotase?," ucap dia.

Baca: Tercecernya KTP-el Dianggap Persoalan Serius

Komisi II DPR RI berencana memanggil Mendagri untuk menjelaskan insiden tercecernya KTP-el dan unsur sabotase. Ada persoalan serius mengenai keamanan nasional bila kecurigaan sabotase itu benar.

Sutriyono berharap kepercayaan publik pada pemerintah dalam gelaran pilkada tak berkurangg. Ia khawatir masyarakat beranggapan pemerintah tak netral. Apalagi, kasus serupa pernah terjadi pada Pilkada 2017.

"Pilkada harus dilandasi kepercayaan pada penyelenggara dan pemerintah. Dengan adanya pengulangan pada kasus yang sama, publik tentu mulai ragu dengan sikap netralitas pemerintah," ucap dia.

Baca: Mendagri Sebut KTP-el Tercecer di Bogor Sabotase

Mendagri Tjahjo Kumolo meminta internal Kemendagri menginvestigasi tercecernya KTP-el. Ia menduga tercecernya KTP-el bentuk sabotase dari pihak tertentu.

"Kepada Sekjen, Irjen dan biro hukum, segera turun lakukan investigasi di Ditjen Dukcapil. Siapa yang tanggung jawab, dan pasti ada unsur sabotase," kata Tjahjo melalui pesan singkat, Minggu, 27 Mei 2018.

Sebelumnya, beredar video yang menunjukkan KTP-el yang diperkirakan berjumlah ratusan, tercecer di kawasan Bogor, Jawa Barat. Pada KTP-el tertulis alamat di wilayah Sumatera Selatan.

Menurut Dukcapil, KTP-el itu merupakan barang rusak atau invalid dan hendak dibawa dari gudang sementara di Pasar Minggu ke gudang Kemendagri di Bogor.



(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id