Komisioner KPU Viryan Aziz/ANT/Reno Esnir
Komisioner KPU Viryan Aziz/ANT/Reno Esnir

KPU: Pelarangan Eks Koruptor Nyaleg Sudah Final

Nasional pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Siti Yona Hukmana • 13 Juni 2018 09:21
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) bergeming soal polemik pelarangan eks narapidana korupsi nyaleg pada Pemilu Serentak 2019. Penolakan pemerintah maupun DPR tak akan menggoyahkan sikap penyelenggara pemilu.
 
"Sikap untuk larangan mantan napi korupsi nyaleg itu sudah final," tegas Komisioner KPU Viryan Aziz kepada Medcom.id, Rabu, 13 Juni 2018.
 
Baca: KPU Minta PKPU Tidak Lagi Diperdebatkan

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Viryan menganggap pengembalian draf Peraturan KPU (PKPU) Pencalonan Anggota DPR,DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) melampaui kewenangan. Langkah Kemenkumham konsisten 'melawan'.
 
"Kami menolak," ujar dia.
 
Baca: Warga Dipersilakan Gugat PKPU
 
KPU menuding Kemenkumham melampaui kewenangan belandasrkan UU Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. Berdasarkan aturan tersebut, hanya Mahkamah Konstitusi berhak menilai konten draf PKPU.
 
"Kemenkumham sudah mengambil porsi MK, melakukan abuse of power sehingga melampaui kewenangan. Jelas pada Pasal 9 ayat 2 UU Nomor 12 Tahun 2011 itu menyatakan dari segi regulasi, konten dalam aturan harus diuji oleh MK. Bukan ranah Kemenkumham melakukan itu," jelas Viryan.
 
Baca: PKPU Harus Disahkan Jika Ingin Diuji Materi
 
Viryan bahkan menyebut baru kali ini draf PKPU ditolak Kemenkumham dalam sejarah perundangan PKPU. Padahal, permintaan KPU mendorong pengundangan draf PKPU pencalonan caleg demi menjaga konsistensi Kemenkumham.
 
"Justru mengembalikan draf PKPU membuat mereka tidak konsisten," sesal Viryan.
 

(OJE)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif