Ilustrasi minuman beralkohol. Medcom.id/Suci Sedya
Ilustrasi minuman beralkohol. Medcom.id/Suci Sedya

Pemerintah Disebut Tidak Sepakat Pembahasan RUU Larangan Minuman Beralkohol

Nasional minuman beralkohol ruu dpr
Anggi Tondi Martaon • 17 November 2020 20:24
Jakarta: Rancangan Undang-Undang (RUU) Larangan Minuman Beralkohol masih menimbulkan perdebatan. Pemerintah disebut tidak sepakat dengan pembahasan RUU yang diajukan 21 anggota DPR tersebut.
 
"Saya mendapat informasi pemerintah belum bersepakat terhadap RUU ini," kata anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR dari Fraksi Partai Golkar John Kenedy Azis di di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 17 November 2020.
 
Anggota Komisi VIII DPR itu meminta pengajuan RUU Larangan Minuman Beralkohol dipertimbangkan kembali. Dia khawatir RUU tersebut tidak ditanggapi pemerintah. Sedangkan, pembahasan sebuah RUU harus dilakukan bersama-sama oleh pemerintah dan DPR.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ketika diajukan ternyata pemerintah tidak ada tanggapan, ini kan membuat suatu pekerjaan kita yang menurut hemat saya tidak tepat," ungkap dia.
 
Dia menyarankan pengusul RUU Larangan Minuman Beralkohor lebih dahulu menjalin komunikasi dengan pemerintah. Terutama, soal kesediaan eksekutif terlibat dalam pembahasan.
 
"Apakah RUU ini akan ditundaklanjuti atau tidak," sebut dia.
 
Baca: Pengusul Terima Perubahan Judul RUU Larangan Minuman Beralkohol
 
Menurut Kenedy, RUU ini juga tidak sejalan dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Ciptaker). Sebab, banyak pihak yang terlibat dalam industri minuman beralkohol, salah satunya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
 
"RUU ini tidak sejalan dengan UU Cipta Kerja yang baru saja ditandatangani oleh Presiden," ujar dia.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif