Kamp Al-Hol di Suriah menjadi tempat tinggal keluarga dari anggota ISIS. Foto: AFP
Kamp Al-Hol di Suriah menjadi tempat tinggal keluarga dari anggota ISIS. Foto: AFP

Isu Pemulangan WNI Eks ISIS Propaganda Berkedok Kemanusiaan

Nasional isis WNI Gabung ISIS
M Sholahadhin Azhar • 06 Februari 2020 13:38
Jakarta: Anggota DPR dari Partai NasDem, Willy Aditya, meminta semua pihak cermat menelaah polemik wacana pemulangan 600 Warga Negara Indonesia (WNI) eks ISIS. Karena terorisme mencoba melakukan propaganda dengan kedok kemanusiaan.
 
"Ini harus jadi momentum kontra propaganda dari terorisme," kata Willy dalam program Prime Talk di Metro TV, Kamis malam, 5 Februari 2020.
 
Menurut dia, terorisme merupakan kejahatan manusia yang luar biasa dan bisa menggunakan kedok apa saja. Termasuk isu kemanusiaan. Willy mengamati bagaimana isu terkait pemulangan WNI digiring ke sana.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Masyarakat perlu memahami, kata dia, bagaimana terorisme merupakan musuh besar kemanusiaan. Karena tak ada yang manusiawi dalam tindakan kejahatan teroris.
 
Willy menyadur pernyataan Menteri Agama Fachrul Razi soal latihan kombatan ISIS menggunakan sasaran manusia. Hal tersebut jelas tak dibenarkan.
 
"Sekarang ada propaganda minta dipulangkan atas dasar kemanusiaan, ini kan kontradiktif," ujar Willy.
 
Di sisi lain, dia meminta semua pihak bersabar dan memberi kesempatan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) memutus nasib 600 WNI. Sebab status mereka secara yuridis tak memiliki kewarganegaraan.
 
Isu Pemulangan WNI Eks ISIS Propaganda Berkedok Kemanusiaan
Ketua DPP NasDem, Willy Aditya. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri
 
Menurut Willy, kehendak pemerintah untuk menunggu putusan organisasi internasional sudah sangat manusiawi. Sebab dalam mekanismenya, Persatuan Bangsa-Bangsa akan mengadili terlebih dahulu kombatan ISIS.
 
"Memang kita lihat ini secara kemanusiaan, tapi terorisme tak bisa dengann gampang memakai itu untuk alasan propaganda mereka," tegas Willy.
 
Senada, Mantan Kepala Badan Intelejen Strategis (BAIS) TNI, Soleman B Ponto, ingin keadilan ditegakkan menyikapi isu ini. Indonesia harus memberikan hukuman bagi para WNI yang keluar itu, tak bisa seenaknya membiarkan mereka masuk.
 
"Kalau mereka mau kembali itu mereka harus menjalankan hukuman, dengan tidak kembali dengan mudah, diserahkan ke UNHCR, itu merupakaan hukuman," kata dia.
 

 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif