Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kiri) bersama Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kanan) melihat barang bukti motor Harley-Davidson pesanan eks Direktur Utama PT Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara. Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kiri) bersama Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kanan) melihat barang bukti motor Harley-Davidson pesanan eks Direktur Utama PT Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara. Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Direksi Garuda Indonesia Diberhentikan

Nasional Garuda Indonesia harley-davidson
Ilham wibowo • 07 Desember 2019 15:41
Jakarta: Dewan Komisaris PT Garuda Indonesia menonaktifkan direksi yang secara langsung dan tidak langsung terkait kasus penyelundupan motor Harley-Davidson. Langkah ini kelanjutan dari sikap Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang mengecam penyalahgunaan jabatan di perusahaan negara.
 
"Memberhentikan sementara waktu semua anggota direksi yang terindikasi terlibat," kata Komisaris Utama Garuda Indonesia Sahala Lumban Gaol di Gedung BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu, 7 Desember 2019.
 
Sahala sudah bertemu Erick demi membahas penyelundupan ini. Komisaris Independen Herbert Timbo Siahaan, Komisaris Independen Eddy Porwanto Poo, Komisaris Independen Insmerda Lebang, Komisaris Chairal Tanjung, pelaksana tugas (plt) Direktur Utama (Dirut) Fuad Rizal, dan Direktur Niaga Pikri Ilham Kurniansyah hadir dalam pertemuan itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia memastikan seluruh keputusan ini sudah dilaksanakan sesuai dengan tata kelola yang berlaku di Garuda Indonesia sebagai perusahaan terbuka. Ia mengatakan Menteri BUMN dan Dewan Komisaris segera mengangkat pelaksana tugas baru untuk menggantikan direksi yang diberhentikan sementara.
 
Di sisi lain, Komite Audit Dewan Komisaris tetap menginvestigasi kasus penyelundupan motor Harley-Davidson dan sepeda Brompton di dalam penerbangan pesawat GA 9721 jenis Airbus A330 900 Neo dari pabrik Airbus di Prancis. Pemeriksaan masih berlangsung.
 
Dalam kesempatan berbeda, Erick Thohir menyatakan kasus Harley ilegal menyalahi tata kelola korporasi yang baik. Ia mengetahui pasti identitas pemilik sesungguhnya motor Harley-Davidson yang ditengarai selundupan, berdasarkan surat dari Dewan Komisaris dan Komite Audit Garuda.
 
Erick menjelaskan mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara meminta dicarikan motor klasik Harley-Davidson tipe Shovelhead pada 2018. Pembeliannya kemudian dilakukan pada April 2019. Proses transfer dari Jakarta dilakukan ke rekening pribadi Finance Manager Garuda di Amsterdam, Belanda.
 
Ari Askhara kemudian dicopot. Dia digantikan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Fuad Rizal sebagai pelaksana tugas direktur utama.
 


 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif