Ketua KPU Arief Budiman. MI/Rommy Pujianto.
Ketua KPU Arief Budiman. MI/Rommy Pujianto.

Permohonan PAW Harun Masiku Diteken Ketum dan Sekjen PDIP

Nasional pdi perjuangan OTT KPK
Antara • 10 Januari 2020 15:08
Jakarta: Permohonan pergantian antarwaktu anggota legislatif harus diteken pimpinan partai politik. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan permohonan pergantian antarwaktu (PAW) Harun Masiku diteken Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.
 
"Sebetulnya kalau surat menyurat administratif bisa pokoknya pimpinan partai. Tapi yang terakhir (surat PAW atas nama Harum Masiku) memang ditandatangani oleh ketua umum dan sekjen," kata Arief Budiman di Jakarta, Jumat, 10 Januari 2020.
 
KPU menggelar rapat pleno setelah menerima surat permohonan PAW itu. KPU, kata Arief, tak menyetujui Harun Masiku menjadi pengganti antarwaktu caleg terpilih PDI Perjuangan Nazarudin Kiemas yang meninggal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


KPU konsisten menjawab tak bisa melakukan PAW atas nama Harun kepada PDI Perjuangan. Penolakan disampaikan karena permohonan itu bertentangan dengan aturan.
 
Seharusnya, Nazarudin Kiemas diganti caleg yang memperoleh suara terbanyak berikutnya. Posisi itu ditempati caleg PDI Perjuangan lainnya, Riezky Aprilia yang memperoleh suara kedua terbanyak.
 
"Kan dia bukan calon terpilih. Calon terpilihnya kan yang lain, Harun itu perolehan suaranya peringkat ke 5 (perolehan suaranya)," ujarnya.
 
KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan pada Rabu, 8 Januari 2020. Wahyu Setiawan diduga menerima suap untuk mengupayakan pergantian antarwaktu (PAW) calon legislatif (caleg) PDI Perjuangan Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatra Selatan Harun Masiku.
 
KPK menyita uang Rp400 juta dalam pecahan mata uang dolar Singapura saat OTT di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Sebelumnya, Wahyu juga diduga telah menerima suap Rp200 juta.
 
KPK menetapkan empat tersangka dalam kasus itu. Wahyu Setiawan dan orang kepercayaannya sekaligus mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Agustiani Tio Fridelina, menjadi tersangka penerima suap.
 
Kader PDI Perjuangan Harun Masiku dan pihak swasta, Saeful, menjadi tersangka penyuap. Saeful diduga menjadi staf di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan.
 
Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri mengatakan hanya Harun Masiku yang belum ditahan KPK. KPK meminta Harun segera menyerahkan diri. Sementara itu, tiga tersangka lain menghuni Rumah Tahanan (Rutan) KPK.
 
"Wahyu Setiawan di Rutan Pomdam Jaya Guntur. Untuk Agustiani, ditahan di Rutan K4 KPK, dan Saeful di Rutan C1 KPK," kata Ali.
 

 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif