Komisioner KPU wahyu Setiawan usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. ANT/Dhemas Reviyanto.
Komisioner KPU wahyu Setiawan usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. ANT/Dhemas Reviyanto.

Terkait Nasib Wahyu, KPU akan Lapor Presiden

Nasional OTT KPK
Putri Rosmala • 10 Januari 2020 14:37
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menggelar rapat pleno membahas nasib Komisioner KPU Wahyu Setiawan yang ditetapkan sebagai tersangka setelah terjerat operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi. KPU akan melaporkan hasil rapat ke Presiden Joko Widodo.
 
"Pertama kita akan membuat laporan kepada Presiden, DPR, dan DKPP. Sejak ditetapkan tersangka sudah akan dilakukan pemberhentian sementara. Tapi karena ini KPU RI proses pemberhentian sementara atau tetap itu harus dengan SK Presiden," kata Ketua KPU Arief Budiman di Gedung KPU, Jakarta, Jumat, 10 Januari 2020.
 
Arief belum menerima surat pengunduran diri Wahyu.KPU, kata dia, tak perlu memproses pemberhentian sementara jika Wahyu telah mengirimkan surat pengunduran diri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


KPU akan mengirimkan surat pengunduran diri itu kepada Presiden. Sehingga Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan DPR bisa menindaklanjuti permohonan itu.
 
"Agar bisa segera ditindaklanjuti untuk melakukan pemberhentian tetap, untuk dilakukan proses pemberhentiannya," kata dia.
 
KPU akan menggelar rapat koordinasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Dewan Kehormatan penyelanggara Pemilu (DKPP) membahas masalah ini.
 
"Kita segera menyiapkan yang pertama kita sudah melakukan pembicaraan dengan bawaslu dan DKPP," kata Arief.
 
KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan pada Rabu, 8 Januari 2020. Wahyu Setiawan diduga menerima suap untuk mengupayakan pergantian antarwaktu (PAW) calon legislatif (caleg) PDI Perjuangan Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatra Selatan Harun Masiku.
 
KPK menyita uang Rp400 juta dalam pecahan mata uang dolar Singapura saat OTT di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Sebelumnya, Wahyu juga diduga telah menerima suap Rp200 juta.
 
KPK menetapkan empat tersangka dalam kasus itu. Wahyu Setiawan dan orang kepercayaannya sekaligus mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Agustiani Tio Fridelina, menjadi tersangka penerima suap.
 
Kader PDI Perjuangan Harun Masiku dan pihak swasta, Saeful, menjadi tersangka penyuap. Saeful diduga menjadi staf di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan.
 
Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri mengatakan hanya Harun Masiku yang belum ditahan KPK. KPK meminta Harun segera menyerahkan diri. Sementara itu, tiga tersangka lain menghuni Rumah Tahanan (Rutan) KPK.
 
"Wahyu Setiawan di Rutan Pomdam Jaya Guntur. Untuk Agustiani, ditahan di Rutan K4 KPK, dan Saeful di Rutan C1 KPK," kata Ali.
 

 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif