Komisioner KPU Wahyu Setiawan/Antara/Dhemas Reviyanto
Komisioner KPU Wahyu Setiawan/Antara/Dhemas Reviyanto

KPU Tunggu Surat Pengunduran Diri Wahyu Setiawan

Nasional OTT KPK
Antara • 10 Januari 2020 13:57
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum menerima surat resmi pengunduran diri Wahyu Setiawan selaku komisioner. Wahyu ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap setelah terjerat operasi tangkap tangan(OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
 
"Itu kita tahunya juga dari media kan bahwa ada tulisan tangan Pak Wahyu yang salah satunya segera mengundurkan diri," kata Komisioner KPU Viryan Azis seperti dilansir Antara, Jumat, 10 Desember 2019.
 
Wahyu menyatakan mundur dari jabatannya usai terjaring OTT. Dia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jajaran KPU se-Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pak Wahyu mengundurkan diri, tapi kan harus ada dokumen pengunduran dirinya. Kami tentunya secara kelembagaan menunggu surat resmi," ucapnya.
 
KPU menggelar pleno terkait OTT KPK, khusunya status Wahyu sebagai tersangka. Rapat dihadiri seluruh komisioner. Dalam rapat dibahas hasil pemeriksaan KPK serta sikap Wahyu yang menyatakan mundur dari jabatannya.
 
"Jadi melingkupi bagaimana tentang Pak Wahyu pascamengundurkan diri," kata dia.
 
Komisioner KPU juga membahas tindak lanjut hubungan kelembagaan seperti dengan DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) dan pemerintah. "Ketiga adalah upaya untuk meningkatkan integritas kelembagaan secara sistemik dan personal," ucap dia.
 
KPK menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan suap yang menyeret Wahyu. Wahyu dan orang kepercayaannya, sekaligus mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Agustiani Tio Fridelina, menjadi tersangka penerima suap.
 
Kader PDI Perjuangan Harun Masiku dan pihak swasta, Saeful, menjadi tersangka penyuap. Saeful merupakan salah satu staf di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan.
 
Harun Masiku yang masih berstatus buron diminta segera menyerahkan diri. Sedangkan, tiga tersangka lain telah dijeblokan ke Rumah Tahanan (Rutan) KPK.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif