Ilustrasi--Suasana sidang paripurna istimewa di DPRD DKI Jakarta. (Foto: ANTARA/Wahyu Putro)
Ilustrasi--Suasana sidang paripurna istimewa di DPRD DKI Jakarta. (Foto: ANTARA/Wahyu Putro)

Legislator DKI Diminta Komitmen pada Janji Kampanye

Nasional dprd dki jakarta
Theofilus Ifan Sucipto • 14 Agustus 2019 12:55
Jakarta: Komposisi DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 disebut menarik. Selain diisi wajah-wajah baru, persentase legislator wanita juga meningkat.
 
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin optimistis warna baru legislator DKI akan berpengaruh baik pada kinerja dewan lima tahun ke depan.
 
“Kita kasih optimisme saja. Ada 56 persen wajah baru dan 21 persen (legislator) wanita, bahkan ada milenial. Tapi kita belum bisa menilai karena mereka belum bekerja,” kata Ujang kepada Medcom.id, Rabu, 14 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ujang mengimbau anggota dewan di periode baru komitmen pada janji-janji kampanye. Utamanya, terus memperjuangkan kepentingan masyarakat.
 
“Harus diingatkan. Jangan lupa dewan bekerja untuk rakyat, bukan kerja untuk dirinya, kelompoknya, atau partainya,” ujarnya.
 
Baca juga:DPRD DKI Disebut Ingin Husnulkhatimah
 
Dosen Universitas Al-Azhar Indonesia itu menyebut anggota dewan kerap 'lupa daratan' saat telah menjabat. Janji-janji program saat kampanye sering menguap begitu saja.
 
“Ini jadi penyakit pejabat hari-hari ini. Masyarakat harus mengingatkan itu semua,” imbuh Ujang.
 
Menurut Ujang kinerja DPRD DKI harus berada pada koridor fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Di luar itu, tugas lain bisa dikesampingkan.
 
“Fungsi legislasi adalah bagaimana mereka membuat peraturan daerah (perda),” beber dia.
 
Ujang mengatakan masyarakat bisa menilai fungsi legislasi dari kualitas dan kuantitas perda yang dibuat. Kuantitas tampak dari berapa banyak perda yang dihasilkan, sedangkan kualitas diukur dari seberapa baik perda tersebut untuk masyarakat.
 
Fungsi selanjutnya adalah penganggaran. Ujang meminta anggota dewan membuat anggaran yang ditujukan untuk kepentingan rakyat. Apalagi, kata dia, anggaran DKI mencapai Rp88 triliun dan menjadi yang paling besar ketimbang daerah lain.
 
“Bagaimana mereka membuat anggaran yang tidak dikorupsi dan menguntungkan pengusaha dan dirinya,” tutur dia.
 
Baca juga:DPRD DKI Didominasi Pendatang Baru
 
Sedangkan fungsi pengawasan, Ujang berharap anggota dewan benar-benar mengawasi kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI, tidak kongkalikong untuk kepentingan tertentu, apalagi menyalahgunakan wewenang.
 
“Saya optimistis saja. Mudah-mudahan mereka bekerja lebih baik dari periode sebelumnya,” pungkasnya.
 
DPRD DKI didominasi wajah baru. Sebanyak 59 orang dari 106 anggota dewan atau 55,6 persen baru pertama kali duduk di Parlemen DKI.
 
Para wajah baru itu terdiri dari anak atau kerabat petinggi partai politik, artis, hingga mantan staf Gubernur DKI Jakarta pada periode 2014-2017.
 
Misalnya, anak dari Ketua Umum PAN sekaligus Ketua MPR, Zulkifli Hasan, Zita Anjani. Zita lolos ke DPRD DKI lewat PAN. Anak dari politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo, Dimaz Raditya Soesatyo, dan keponakan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Nova Harivan Paloh, juga melenggang ke Parlemen DKI.
 
Selain itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah DKI Jakarta memerinci perolehan kursi di DPRD DKI. Ketua KPU DKI Betty Epsilon Idrus menyebut ada 23 calon anggota legislatif (Caleg) perempuan dari total 106 Caleg yang lolos.
 
"Caleg perempuan terpilih mencapai 21,06 persen meningkat dari 18 persen," ujar Betty dalam rapat pleno penetapan perolehan kursi dan calon terpilih anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta hasil Pemilu 2019, di kawasan Jakarta Pusat, Senin, 12 Agustus 2019.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif