Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD. Foto: Istimewa
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD. Foto: Istimewa

Mahfud Minta Muhammadiyah Jaga Masjid Sejalan dengan Nilai Indonesia

Nasional mahfud md pancasila Masjid islam muhammadiyah
Antara • 22 April 2022 04:05
Jakarta: Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, meminta Muhammadiyah menjaga masjid dan tempat dakwah lainnya agar tetap merawat nilai-nilai keagamaan yang dianut di Indonesia. Nilai dan ajaran yang dianut di Indonesia adalah Islam Wasathiyah atau Islam yang moderat.
 
“Muhammadiyah dan NU jangan sampai kehilangan masjid dan tempat peribadahan yang sudah kita bangun dengan wasathiyah Islam. Kalau dibangun dengan (ajaran) salafi dan wahabi tidak cocok dengan kita,” kata Mahfud saat menjadi pembicara kunci pada seminar pramuktamar Muhammadiyah, di Jakarta, Kamis, 21 April 2022.
 
Muhammadiyah, sebagai organisasi umat Islam kedua terbesar di Indonesia, juga diharapkan memperkuat hasil pemikiran tokoh-tokoh Islam Indonesia yang turut mendirikan Indonesia dengan Pancasila sebagai dasar negara. Indonesia negara Pancasila itu, menurut Mahfud, merupakan Darul Ahdi Was-Syahadah yang artinya negeri penuh kedamaian dan negeri penuh penghayatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Sekarang penekanannya bukan pada al-ahdi-nya karena itu sudah terjadi, sudah dibuat dalam konstitusi. Tetapi, sekarang syahadah-nya, mengisinya bersama berdasarkan kesepakatan dengan penuh kekompakan dan kebersatuan,” kata dia.
 
Dia menyampaikan Muhammadiyah sebagai organisasi punya tujuan yang tidak hanya fokus pada ibadah sebagai ritual, tetapi juga ibadah sosial, sehingga Muhammadiyah bersama organisasi masyarakat Islam lain harus memperkuat kesadaran kolektif masyarakat, terutama dalam menjaga perdamaian antarkelompok masyarakat.
 
“Tujuan negara itu harus dikawal bersama. Muhammadiyah juga punya saham terhadap negara ini. Mari ikut perbaiki, sadarkan rakyat agar saat pemilu tidak pakai transaksi uang,” kata dia.
 
Baca: Masjid Darussalam Sukoharjo Saksi Bisu Perang Diponegoro, Tak Mempan Dibom Belanda
 
Dia menjelaskan politik uang merupakan salah satu masalah yang berdampak secara sistemik terhadap keutuhan bangsa. Dia juga menyoroti masalah saling hujat yang tumbuh di masyarakat. Hujatan itu kerap muncul lewat berita bohong dan informasi yang dikutip tidak utuh.
 
“Seperti pidato saya di UGM, Mahfud MD: Mendirikan Negara seperti Nabi Haram, titik, (itu) kan salah. Orang baru baca judul, membaca potongan, lalu berkomentar tidak karuan,” kata dia.
 
Dia meluruskan pernyataannya yang dipelintir sejumlah pihak. “Nabi Muhammad itu adalah nabi terakhir, tidak boleh ada nabi setelah Nabi Muhammad. Maka, tidak boleh ada negara yang sama persis seperti nabi. Tetapi, nilai-nilai bernegaranya seperti yang diajarkan nabi itu boleh. Bentuk negaranya itu harus produk ijtihad seperti Indonesia,” kata dia.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif