Presiden Joko Widodo. Youtube Sekretariat Presiden.
Presiden Joko Widodo. Youtube Sekretariat Presiden.

Jokowi Geram Kualitas Garam Rakyat Masih Rendah

Nasional garam produksi garam presiden jokowi
Nur Azizah • 05 Oktober 2020 11:46
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) geram kualitas garam rakyat belum bisa memenuhi kebutuhan indsutri. Sejumlah permasalah membuat garam buatan pengusaha lokal itu tak dilirik.
 
"Dari laporan yang saya terima ada dua permasalahan, pertama rendahnya kualitas garam," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 5 Oktober 2020.
 
Jokowi memerintahkan kementerian terkait mencari solusi. Sebab, masalah tersebut cenderung dibiarkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini harus dicarikan jalan keluarnya, kita tahu masalahnya tapi tidak pernah dicarikan jalan keluarnya," ujar dia.
 
Berdasarkan data per 22 September 2020, 738 ribu ton garam rakyat belum terserap industri Tanah Air. Kepala Negara ingin seluruh garam industri habis terjual.
 
"Masalah kedua, masih rendahnya produksi garam nasional kita sehingga cari yang paling gampang, yaitu impor garam," tutur dia.
 
Jokowi menyebut masalah produksi garam tak pernah selesai. Ia mengatakan kebutuhan garam nasional sebanyak 4 juta ton per tahun sedangkan produksi garam nasional hanya 2 juta ton.
 
"Akibatnya, alokasi garam untuk kebutuhan industri masih banyak yaitu 2,9 juta ton. Saya kira langkah-langkah perbaikan harus kita kerjakan mulai dari pembenahan besar-besaran, supply chain, dari hulu sampai hilir," ujar dia.
 
(Baca: Industri Ditargetkan Serap 1,5 Juta Ton Garam Lokal)
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif