Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Jurus Kungfu Boy

Nasional Virus Korona pandemi covid-19 Rem Darurat Corona
Abdul Kohar • 16 September 2020 05:59
Jakarta: Para penggemar komik silat banyak yang sudah mafhum dengan Kungfu Boy. Serial manga karanganTakeshi Maekawa itu membawa imajinasi yang melekat di benak pembacanya akan sebuah jurus paripurna milik pendekar Tekken Chinmi. Jurus mematikan itu bernama ‘Kungfu Peremuk Tulang’. Dikatakan jurus paripurna karena ia mampu memungkasi peperangan dengan kemenangan gilang-gemilang atas rupa-rupa musuhnya.
 
Dalam filosofi Tekken Chinmi atau Kungfu Boy, menguasai satu jurus, tetapi mematikan jauh lebih berhargaketimbang menggenggam seratus jurus, tetapi setengah-setengah. Itu artinya, kemenangan dalam peperangan amat mungkin diraih dengan fokus dan konsistensi tinggi.
 
Sayangnya, perjalanan menemukan jurus sakti untuk menyudahi peperangan dengan kemenangan itu sangat terjal. Butuh stamina prima, perlu daya tahan ekstra. Singkatnya, harus punya stok endurance berlimpah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seperti itu pula gambaran ikhtiar kita memenangi peperangan melawan pandemi covid-19. Sampai saat ini, upaya mendapatkan jurus pamungkas tersebut belum sepenuhnya gol. Pada saat yang bersamaan, sang musuh, korona, terus melipatgandakan ‘kekuatan’ dengan cara bermutasi.
 
Saat ikhtiar memperoleh vaksin masih memasuki uji klinis tahap III (bahkan vaksin Merah Putih usaha anak bangsa baru akan masuk fase uji praklinis terhadap mamalia), kita dihadapkan pada kurva positif kasus covid-19 yang terus mendaki. Dalam satu setengah bulan terakhir, angka positivity rate kita naik dari 11% ke 14%. Saat pekan-pekan sebelumnya penambahan kasus positif masih di zona 2.000-an, dalam dua pekan terakhir naik ke level 3.000-an.
 
Tingkat kematian (fatality rate) juga masih tinggi, yakni 4,08%, lebih tinggi daripada rata-rata dunia yang sebesar 3,24%. Banyak orang kehilangan sanak saudara tercinta, bahkan dunia telah kehilangan sejumlah tokoh, pemikir besar, para dokter dan pejuang garda depan yang tidak mudah digantikan.
 
Kabar baiknya, penanganan kesehatan yang tecermin dari tren tingkat penyembuhan covid-19 di Indonesia lumayan baik. Persentasenya bahkan lebih baik jika dibandingkan dengan rata-rata negara berpenduduk besar di dunia. Bahkan Indonesia lebih baik ketimbang AS dengan rasio kesembuhan 71,19% berbanding 58,72%.
 
Di tengah kurva mendaki covid-19 tersebut, kita juga dihadapkan pada ancaman resesi ekonomi. Resesi atau kemerosotan ekonomi terjadi ketika produk domestik bruto (GDP) menurun atau ketika pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal atau lebih dalam satu tahun.

 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif