Presiden Joko Widodo lihat pameran pendidikan. Foto: Biro Pers dan Media Istana Kepresidenan.
Presiden Joko Widodo lihat pameran pendidikan. Foto: Biro Pers dan Media Istana Kepresidenan.

RUU Migas Momentum Mereformasi Tata Kelola

Nasional uu migas
Damar Iradat • 23 Januari 2019 13:28
Jakarta: Presiden Joko Widodo ingin Rancangan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (RUU Migas) menjadi momentum reformasi tata kelola migas. UU Migas diharap membuat tata kelola migas menjadi lebih efektif.
 
"Sehingga lebih efisien, lebih transparan, tidak berbelit-belit, sederhana, bisa berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional kita," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 23 Januari 2019.
 
RUU Migas ini merupakan inisiatif dari DPR. Untuk itu, ia ingin RUU dikaji dengan cermat dan hati-hati. Ini supaya tidak bertentangan dengan konstitusi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Jokowi, minyak dan gas bumi adalah sumber daya pembangunan yang strategis juga tidak terbarukan. Dia berharap RUU ini mampu memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional kita.
 
Baca: Pengamat Sebut Revisi UU Migas Mandek Akibat Banyak Kepentingan
 
Tujuan pembentukan RUU ini, kata Jokowi, harusnya bukan saja mendorong peningkatan produksi migas. Namun, juga mendukung penguatan kapasitas nasional.
 
"Serta penguatan industri dalam negeri dan investasi SDM kita di industri migas," tutur dia.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif