Pemimpin FPI Rizieq Shihab. Foto: MI/Susanto
Pemimpin FPI Rizieq Shihab. Foto: MI/Susanto

Pemerintah tak Andil Pencekalan Rizieq Shihab di Arab

Nasional pornografi
Dian Ihsan Siregar • 27 September 2018 13:52
Jakarta: Pemerintah Indonesia tak memiliki andil dalam pencekalan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab oleh Arab Saudi. Jika ada tuduhan pemerintah Indonesia mencekal ‎Rizieq, akan menjadi masalah hukum, jika tudingan itu tak sesuai fakta.
 
Masalah hukum itu, kata Ketua DPR Bambang Soesatyo‎, menyangkut kedua negara yakni Indonesia dan Arab Saudi. Untuk itu, perlu dipastikan kembali pernyataan resmi dari Kedutaan Besar Arab Saudi.
 
"Itu juga harus dipertanggungjawabkan, karena itu bukan pihak Indonesia yang melakukan itu (mencekal)," kata Bambang di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis, 27 September 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


‎Bamsoet juga menegaskan, tidak ada pemerintah acuh dengan perlindungan hukum bagi Rizieq Shihab. Karena, setiap warga negara Indonesia (WNI) mempunyai hak untuk dilindungi, hal itu telah tercantum dalam UUD 1945.‎
 
"Jadi dalam UUD 1945 dalam konstitusi setiap WNI dilindungi oleh negara, baik di dalam negeri maupun di luar negeri keberadaannya. Kewajiban negara seperti itu. Kalau ada informasi seperti itu (negara ikut campur mencekal Rizieq), maka saya ragukan hal itu," ungkap Bamsoet.
 
Baca: Polisi tak Menutup Penuh Kasus Rizieq
 
Pada kesempatan yang terpisah, Wakil Ketua DPR Fadli Zon juga angkat bicara soal pencekalan Rizieq Shihab. Fadli akan melayangkan surat kepada Presiden Jokowi, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, dan Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan.
 
"Ini aspirasi, akan saya kirim. Mungkin hari ini saya akan kirim ke Presiden, Kapolri, dan Kepala BIN," jelas Fadli.
 
Fadli heran dengan kasus pencekalan Rizieq‎. Karena, dia tak mendengar ada masalah yang dibuat Rizieq selama di Arab Saudi.
 
"Jadi jangan sampai ini justru ada upaya dari Indonesia atau pihak tertentu yang mengintervensi apa yang terjadi dengan Rizieq Shihab di sana," pungkas dia.
 

(YDH)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif