ilustrasi/medcom.id
ilustrasi/medcom.id

Bawaslu Wanti-wanti Jual Beli Data Penduduk Jelang Pemilu 2024

Kautsar Widya Prabowo • 11 November 2021 20:16
Jakarta: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyebut pemuktahiran data pemilih menjadi perhatian penting dalam mempersiapkan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Sebab, banyak data-data warga negara Indonesia (WNI) yang diperjualbelikan. 
 
"(Data) itu bisa dipergunakan, misalnya saat pendaftaran partai politik. Pendaftaran politik kan ada 1 per 1.000 orang dari jumlah penduduk untuk memasukkan jumlah anggota partai politiknya. Itu kan bisa saja, data tersebut dipakai," ujar Komisioner Bawaslu Fritz Edward Siregar saat melalukan kunjungan ke kantor Bawaslu Kota Cilegon, Banten, Kamis, 11 November 2021. 
 
Fritz menyampaikan salah satu cara mengatasi persoalan dengan memverifikasi data melalui sensus penduduk. Sebab, selama ini verifikasi data anggota parpol dilakukan secara acak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Persiapan Pemilu 2024, Bawaslu Godok Anggaran Panwaslu
 
Selain itu, Fritz menilai penyalahgunaan data penduduk dapat dimanfaatkan calon peserta pemilu melalui jalur independen. Baik itu kepala daerah atau provinsi. 
 
Fritz juga menyebut data-data penduduk yang diperjualbelikan dapat digunakan untuk pelanggaran pidana. Salah satunya dengan pemalsuan tandatangan. 
 
"Harus ada proses verifikasi yang lebih detail oleh KPU dan Bawaslu, diberikan kesempatan untuk melihat hasil verifikasi tersebut," ucap dia.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif