Plt Kepala BPIP Hariyono (kiri) dan Kepala BNPT Suhardi Alius (kanan). Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto
Plt Kepala BPIP Hariyono (kiri) dan Kepala BNPT Suhardi Alius (kanan). Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto

BPIP Minta Aturan Seragam ASN Diperjelas

Nasional pns menteri agama
Theofilus Ifan Sucipto • 01 November 2019 18:19
Jakarta: Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Hariyono meminta peraturan ihwal seragam aparatur sipil negara (ASN) diperjelas. Hal ini menyusul polemik larangan penggunaan cadar ke lingkungan pemerintahan.
 
"Cara efektif dalam waktu dekat butuh penegasan tentang seragam," kata Hariyono di Jakarta Pusat, Jumat, 1 November 2019.
 
Selain itu, Hariyono meminta Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) berpartisipasi. Menpan-RB Tjahjo Kumolo perlu rutin mengingatkan etika berpakaian ASN.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hariyono mengusulkan aturan seragam mengikuti nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara. "Pancasila harus dijadikan acuan mengatur dan menata peraturan," ujar dia.
 
Namun, Guru Besar Universitas Negeri Malang itu enggan mengomentari lebih lanjut mengenai larangan penggunaan cadar. Kajian itu diusulkan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi.
 
"Kami ingin semua berjalan damai. Yang disampaikan Pak Menag tujuannya baik sehingga kami ingin berkoordinasi," pungkasnya.
 
Sebelumnya, Fachrul berencana melarang penggunaan cadar di lingkungan instansi pemerintahan. Larangan ini semata demi alasan keamanan usai penusukan mantan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto.
 
Wiranto diserang pasangan suami istri yang diduga masuk jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD), Abu Rara dan Fitri Andriayana, di Banten, 10 Oktober 2019. Saat aksi itu, Fitri menggunakan cadar.
 
"Memang nantinya bisa saja ada langkah-langkah lebih jauh, tapi kita tidak melarang nikab, tapi melarang masuk instansi-instansi pemerintah," kata Fachrul, Rabu, 30 Oktober 2019.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif