PSI Tak Gentar
Politikus PSI Mohamad Guntur Romli - foto: Youtube PSI.
Jakarta: Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tak gentar dengan ancaman pembubaran yang dilempar sejumlah pihak. Partai tetap tak ingin ada pembentukan peraturan daerah (perda) berbasis keagamaan. 

"Meskipun ada tuntutan pembubaran PSI kami tidak akan mundur, kami akan terus dalam perjuangan dalam melawan tuntutan Eggi Sudjana," ucap Politikus PSI Mohamad Guntur Romli saat dihubungi Medcom.id, Jumat, 16 November 2018.

Guntur menyebut partainya menolak perda berbasis keagamaan karena tidak ingin ada diskriminasi pemeluk agama lain. Keberadaan perda itu dikhawatirkan menimbulkan diskriminasi, khususnya bagi pemeluk agama yang minoritas di sebuah daerah tertentu.


"PSI tidak akan mundur setapak saja dari perjuangan PSI untuk melawan setiap bentuk intoleransi di Indonesia. Masa depan Indonesia yang merdeka dan melindungi setiap warga negaranya jauh lebih ‎penting untuk diperjuangkan," tandas dia.

Dia menilai perda berbasis keagamaan bagian dari politisasi agama. Guntur menepis anggapan PSI menolak keberadaan agama. 

"Menolak politisasi agama tidak berarti menolak agama," imbuh Romli.

(Baca juga: Partai Bisa Dibubarkan Ketika Melanggar Konstitusi)

Sebelumnya, Ketua Umum PSI Grace Natalie menyampaikan PSI ingin mencegah lahirnya ketidakadilan dan diskriminasi serta intoleransi. Salah satu caranya, dengan menolak Perda yang diduga tendesius dan menimbulkan diskriminasi terhadap golongan tertentu. 

"Partai ini tidak akan pernah mendukung Perda Injil atau Perda Syariah," tegas Grace di Tangerang, Minggu, 11 November 2018.

Namun, ini tidak termasuk pada daerah khusus. Salah satunya Aceh yang menerapkan perda syariah. Penolakan perda religi dialamatkan pada aturan yang akan dibentuk.

"Beda kalau kita bicara daerah khusus, kita enggak bicara soal daerah khusus," kata Grace.

Pernyataan itu ditanggapi alumni Persaudaraan 212 Eggi Sudjana. Dia menilai keinginan PSI salah kaprah dan partai itu mesti dibubarkan. 





(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id