Muhammadiyah Bantah Tudingan Amien Rais
Ilsutrasi.
Jakarta: Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Najih Prastiyo membantah tudingan Amien Rais yang menyebut ada intervensi dalam pemilihan ketua umum pemuda Muhammadiyah. Amien Rais juga diminta tidak menarik-narik Muhammadiyah dalam politik praktis demi kepentingan partai politik dan Pilpres 2019.
 
Najih mengatakan Muktamar Muktamar ke-17 Pemuda Muhammadiyah telah usai dengan memutuskan Sunanto (Cak Nanto) sebagai Ketua Umum dan Dzulfikar A. Tawalla sebagai Sekretaris Jenderal.
 
Namun, kata Najih, dirinya menerma rilis dari Amien Rais yang menyatakan Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir berpolitik praktis.
 
"Membaca ini saya gusar, mungkinkah seorang Haedar Nashir bermain politik di tingkat ortom dan ikut campur dinamika suksesi Muktamar kaum muda Muhammadiyah?" kata Najih dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 29 November 2018.
 
Dalam pemilihan, Sunanto menyingkirkan Ahmad Fanani dan Ahmad Labib. Sunanto mendapat 590 suara sedangkan Ahmad Fanani 266 suara dan Ahmad Labib 292 suara.
 
Sebelumnya, kata Najih, beredar video Amien Rais yang mengumpulkan peserta Muktamar. Dengan terang-terangan, kata Najih, Amien menyebut Haedar mendukung Cak Nanto sebagai Ketum, dan meminta Labib supaya mundur, untuk mengalahkan Fanani.

Baca: Sunanto Diyakini Bisa Menjaga Khittah Muhammadiyah

Dalam konfirmasi yang dilakukan Najib, tidak benar Haedar memanggil, tetapi para calon yang meminta untuk ketemu.
 
"Apa yang disampaikan Pak Amien saya yakin tidak benar. Buktinya Mas Labib masih maju berkompetisi dan terbukti tidak ada intervensi dari Pak Haedar sebagai PP Muhammadiyah," kata Najih.
 
Najih mengungkapkan, Haedar dan Mu’ti selaku PP Muhammadiyah menyambut positif ketiga calon berkompetisi dan meminta menjaga kebersamaan serta keutuhan Pemuda Muhammadiyah.
 
"Artinya semua didukung oleh PP Muhammadiyah. Jadi tidak benar ada intervensi seperti yang disampaikan Pak Amien. Saya menyayangkan Pak Amien tidak melakukan tabayun dahulu ke PP Muhammadiyah," kata Najih.
 
Menurut Najih, wajar jika PP Muhammadiyah memberikan restu para calon dan berkonsultasi. Karena kapasitas mereka sebagai induk organisasi Pemuda Muhammadiyah.
 
"Kami menilai Pak Amien yang melakukan politik praktis datang ke `arena` sebagai orang partai dan mengarahkan dukungan pada calon tertentu kepada peserta Muktamar," ucapnya.
 
IMM menyayangkan tindakan Amien yang tanpa klarifikasi, langsung menuduh calon lain sebagai titipan. "Sebagai organisasi otonom, IMM berharap seluruh pihak berhenti menarik narik Muhammadiyah dalam kepentingan partai politik," ucapnya.






(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id