Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. MI/Ramdani
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. MI/Ramdani

Pertemuan Jokowi dan Megawati Disebut Menyamakan Persepsi Menuju 2024

Nasional Jokowi pemilu partai politik PDIP Megawati Soekarnoputri Pemilu 2024
Media Indonesia • 09 Mei 2022 23:32
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menemui Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dalam rangka silaturahmi Lebaran 2022. Pertemuan kedua tokoh disebut membahas hal-hal strategis demi kemajuan bangsa dan negara Indonesia.
 
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin menilai kunjungan tersebut sebagai hal positif mengingat selama ini ada ketegangan antara Jokowi dan Megawati. Silaturahmi itu bahkan menjadi kesempatan membahas berbagai isu kebangsaan dari soal ekonomi hingga Ibu Kota baru.
 
"Saya melihat hal yang positif pertemuan itu. Karena selama ini ada ketegangan-ketegangan antara PDIP, Megawati dengan Jokowi," kata Ujang dikonfirmasi wartawan, Senin, 9 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pengamat poltik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) itu juga tidak menampik adanya kemungkinan pembicaraan arah politik jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Ujang menangkap adanya sinyal perbedaan arah politik dari kedua tokoh.
 
Menurut Ujang, pertemuan itu bisa jadi untuk menjajaki kemungkinan Jokowi mendukung Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani dalam kontestasi 2024. Sebab, Megawati sudah menangkap gelagat arah dukungan Jokowi yang berbeda.
 
"Justru pertemuan kemarin ingin menyamakan persepsi. Jadi Megawati sudah terasa kelihatannya arah-arah Jokowi yang mungkin tidak mau mendukung PDIP atau tidak mendukung Puan. Jadi bisa jadi 'bagaimana Pak Presiden Jokowi, 2024 nanti bisa mendukung kami gak?' begitu loh," kata Ujang.
 
Baca: Lebaran di Rumah Mega, Eriko: Semoga Diberi Kekuatan Membangun Negeri
 
Menurut Ujang, Jokowi dan PDIP saling membutuhkan. Namun, dia juga mempediksi Jokowi tidak akan sehaluan dengan PDIP dalam Pilpres 2024 karena hal itu dianggap merugikan. Sebab, jika bakal pasangan calon yang diusung menang, Jokowi akan kehilangan semua kekuatan politik.
 
"Saya melihat kemungkinan besar juga membahas persoalan di Pilpres 2024. Karena saya mengamati arah politik Jokowi dan arah politik Megawati akan berbeda. Bisa jadi nanti PDIP mengusulkan Puan, tetapi Jokowi mengusulkan yang lain. Bisa jadi Jokowi mendukung yang tidak didukung oleh PDIP atau Megawati," kata Ujang.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif