Presiden Jokowi bicara soal Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB di Istana Bogor/Medcom.id/Fikar
Presiden Jokowi bicara soal Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB di Istana Bogor/Medcom.id/Fikar

Indonesia Mengedepankan Rekam Jejak untuk DK PBB

Nasional indonesia-pbb
Achmad Zulfikar Fazli • 12 Juni 2018 13:58
Jakarta: Presiden Joko Widodo menegaskan terpilihnya Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB merupakan hasil kerja keras jangka panjang diplomat Indonesia. Isu pencalonan Indonesia selalu diangkat dalam setiap pertemuan Kepala Negara dengan negara sahabat.

Jokowi menyatakan Indonesia melakukan kampanye bersih dalam pencalonan itu. Pemerintah tak menghamburkan uang demi memperoleh posisi strategis tersebut.

"Dan, (Indonesia) lebih mengedepankan rekam jejak dan visi Indonesia untuk DK PBB," ujar Jokowi dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa, 12 Juni 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Baca: Empat Prioritas Indonesia di DK PBB Menurut Jokowi, kondisi Indonesia yang demokratis, stabil, dan damai berkontribusi besar atas keberhasilan menjadi anggota tidak tetap DK PBB. Indonesia juga berkontribusi menjaga perdamaian dunia.

Netralitas politik luar negeri Indonesia juga memengaruhi. Terakhir, Indonesia berperan besar menjembatani perbedaan yang ada, termasuk pada negara-negara konflik.

Baca: Indonesia Terpilih karena Pengalaman Menjaga Perdamaian

Indonesia terpilih sebagai anggota tidak tetap DK PBB periode 2019-2020 pada Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat, Jumat, 8 Juni. Empat negara lain yang juga terpilih yakni Jerman, Afrika Selatan, Belgia, dan Republik Dominika.

Terpilihnya Indonesia diperoleh melalui pemungutan suara perwakilan negara-negara. Sebanyak 144 suara dari 190 negara anggota PBB memberikan suara Indonesia.

"Indonesia terpilih sebagai anggota tidak tetap DK PBB mewakili kawasan Asia-Pasifik menggantikan Kazakhstan yang masa keanggotaannya akan selesai di akhir 2018," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di New York.

Indonesia pernah menjadi anggota tidak tetap DK PBB periode 1973-1974, 1995-1996, dan 2007-2008.


(OJE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi