Anggota tidak tetap DK PBB

Indonesia Terpilih karena Pengalaman Menjaga Perdamaian

Antara 11 Juni 2018 11:52 WIB
dk pbbindonesia-pbb
Indonesia Terpilih karena Pengalaman Menjaga Perdamaian
Wapres Jusuf Kalla/MTVN/Dheri Agriesta
Tokyo: Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) karena pengalamanya terlibat dalam penjagaan perdamaian di sejumlah negara. Indonesia rutin mengirimkan pasukan perdamaian ke daerah-daerah konflik.

"Yang penting, juga benar, negara lain melihat pengalaman Indonesia dan juga sumbangannya dalam perdamaian. Sejak 1950-an, Indonesia selalu mengirim 'peacekeeping force' apakah itu di Timur Tengah, dahulu di Semenanjung Sinai, kemudian Kongo di Afrika, di Bosnia juga, di mana-mana pasukan Indonesia ikut serta," kata Kalla dikutip dari Antara, di Tokyo, Senin, 11 Juni 2018.

Kontingen Garuda yang turut serta dalam pasukan penjaga perdamaian PBB di negara konflik menjadi salah satu nilai lebih terpilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB untuk keempat kalinya.


Menurut Kalla, tidak banyak negara yang memiliki pasukan khusus untuk memperkuat pasukan penjaga perdamaian PBB.

"Tidak banyak negara yang mempunyai fasilitas latihan khusus untuk pasukan keamanan itu. Jadi, kalau dilihat kenapa kita berhasil? Ya, karena kerja keras teman-teman di Kementerian Luar Negeri dan juga tentu karena lobi dari kita semua," ujar dia.

Baca: Empat Prioritas Indonesia di DK PBB

Pada Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat, Jumat, 8 Juni, Indonesia terpilih sebagai anggota tidak tetap DK PBB periode 2019-2020. Selain Indonesia, ada empat negara lain yang juga terpilih yakni Jerman, Afrika Selatan, Belgia, dan Republik Dominika.

Terpilihnya Indonesia tersebut diperoleh melalui pemungutan suara dari perwakilan negara-negara. Tercatat 144 suara dari 190 negara anggota PBB memberikan suaranya untuk Indonesia.

"Indonesia terpilih sebagai anggota tidak tetap DK PBB mewakili kawasan Asia-Pasifik menggantikan Kazakhstan yang masa keanggotaannya akan selesai di akhir 2018," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di New York.

Sebelumnya, Indonesia pernah menjadi anggota tidak tetap DK PBB pada periode 1973-1974, 1995-1996, dan 2007-2008.





(AZF)