Jakarta: Ketua Umum (Ketum) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar dinilai berperan aktif dalam literasi politik. Hal itu dilihat dari peluncuran buku Mata Air Indonesia Maju: Gagasan Untuk Cak Imin diapresiasi.
“Cak Imin tokoh pemimpin pemrakarsa dalam hal itu, dirilisnya buku Mata Air Indonesia Maju: Gagasan Untuk Cak Imin adalah langkah penuh komitmen yang patut diapresiasi tinggi.” kata pegiat masyarakat sipil dan demokrasi Binny Buchori melalui keterangan tertulis, Rabu, 6 Juli 2022.
Menurut dia, literasi politik harus digalakkan. Sebab, politik intoleransi marak terjadi di Indonesia.
"Keterlibatan banyak kalangan menengah intelektual dengan gagasan yang jernih atas masalah-masalah kebangsaan dan keadilan penting diketengahkan.” ungkap dia.
Sementara itu, antropolog Shinta Aulia Rahmah juga menekankan pentingnya literasi politik kebangsaan. Literasi politik harus digencarkan bagi kalangan muda.
“Membekali mereka untuk berhadapan dengan potensi politik intoleransi.” kata Shinta.
Buku Mata Air Indonesia Maju: Gagasan Untuk Cak Imin berisi 62 tulisan. Buku tersebut berisikan beraneka ragam tema dan ide tentang keindonesiaan masa depan.
Sementara itu, Muhaimin menyatakan Indonesia masa depan harus dipandu dengan ide-ide besar masa depan. Ide-ide besar tersebut harus dikelola secara bersama dan bukan hanya dikuasasi oleh korporasi.
"Dan dengan cara itu, Indonesia berjuang keras untuk menghentikan kesenjangan-ketimpangan sosial ekonomi.” kata Muhaimin dalam keterangan tertulisnya.
Jakarta: Ketua Umum (Ketum) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
Muhaimin Iskandar dinilai berperan aktif dalam literasi politik. Hal itu dilihat dari peluncuran buku Mata Air Indonesia Maju: Gagasan Untuk Cak Imin diapresiasi.
“Cak Imin tokoh pemimpin pemrakarsa dalam hal itu, dirilisnya buku Mata Air Indonesia Maju: Gagasan Untuk Cak Imin adalah langkah penuh komitmen yang patut diapresiasi tinggi.” kata pegiat masyarakat sipil dan demokrasi Binny Buchori melalui keterangan tertulis, Rabu, 6 Juli 2022.
Menurut dia, literasi politik harus digalakkan. Sebab,
politik intoleransi marak terjadi di Indonesia.
"Keterlibatan banyak kalangan menengah intelektual dengan gagasan yang jernih atas masalah-masalah kebangsaan dan keadilan penting diketengahkan.” ungkap dia.
Sementara itu, antropolog Shinta Aulia Rahmah juga menekankan pentingnya literasi politik kebangsaan. Literasi politik harus digencarkan bagi kalangan muda.
“Membekali mereka untuk berhadapan dengan potensi politik intoleransi.” kata Shinta.
Buku Mata Air Indonesia Maju: Gagasan Untuk Cak Imin berisi 62 tulisan. Buku tersebut berisikan beraneka ragam tema dan ide tentang keindonesiaan masa depan.
Sementara itu,
Muhaimin menyatakan Indonesia masa depan harus dipandu dengan ide-ide besar masa depan. Ide-ide besar tersebut harus dikelola secara bersama dan bukan hanya dikuasasi oleh korporasi.
"Dan dengan cara itu, Indonesia berjuang keras untuk menghentikan kesenjangan-ketimpangan sosial ekonomi.” kata Muhaimin dalam keterangan tertulisnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ADN)