Menteri Sekretaris Negara Pratikno. ANT/Puspa Perwitasari.
Menteri Sekretaris Negara Pratikno. ANT/Puspa Perwitasari.

Pratikno Bantah Merecoki Munas Golkar

Nasional munas golkar
Damar Iradat • 29 November 2019 18:05
Jakarta: Menteri Sekretaris Negara Pratikno membantah ikut campur dalam proses pemilihan ketua umum Partai Golkar. Pratikno menegaskan tak berurusan dengan partai politik.
 
"Ngapain (ikut campur)? Apa urusanku sama Golkar? Kacau kamu," kata Pratikno di Kantor Kementerian Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenkopolhukam), Jakarta, Jumat, 29 November 2019.
 
Pratikno dituding sebagai satu dari tiga menteri yang menekan dewan pimpinan daerah (DPD) Golkar melalui kepala daerah agar memilih Airlangga Hartarto dalam musyawarah nasional (munas). Pratikno baru mendengar tudingan itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mantan Rektor UGM itu tak tahu mekanisme pemilihan ketum partai berlambang beringin itu. Ia juga tak tahu struktur kepengurusan Partai Golkar.
 
"Aku tahu aja enggak DPD-nya siapa. Aku baru tahu dari kamu kalau yang milih DPD," jelasnya.
 
Fungsionaris Partai Golkar Syamsul Rizal menyebut tiga menteri Presiden Joko Widodo ikut campur dalam pemilihan ketua umum (ketum) Golkar. Tiga menteri itu dikabarkan menekan dewan pimpinan daerah (DPD) Golkar melalui kepala daerah agar memilih Airlangga Hartarto sebagai ketum dalam forum musyawarah nasional (munas).
 
Syamsul ogah mengungkap identitas tiga menteri dimaksud. Ia hanya menyatakan salah satu di antaranya merupakan menteri yang berasal dari kader Golkar. Lainnya, yakni akademisi dan menteri dari partai politik lain.
 
"Tapi yang muncul sangat santer itu adalah Pak Pratikno. Mensesneg, (Menteri Sekretaris Negara)" ungkapnya.
 
Menurut Syamsul, aksi tiga ini menteri ini dilakukan tanpa sepengetahuan Presiden Jokowi. Sebab, Jokowi sudah menyatakan tak mau ikut campur urusan internal Golkar.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif