NEWSTICKER
Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Pemilu Serentak Dinilai Tak Perlu Dipisah

Nasional pemilu pemilu serentak 2019
Whisnu Mardiansyah • 11 Desember 2019 12:47
Jakarta: Peneliti Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Kaka Suminta mengakui kompleksitas Pemilu serentak 2019 perlu dievaluasi. Namun, masalah ini bukan berarti menjadi dasar memisahkan pemilu legislatif (pileg) dan pemilu presiden (pilpres).
 
"Kalau kita buat kajian itu, bukan karena tidak menyenangkan banyak pihak kemudian kita ubah. Apa yang tercapai dan apa yang tidak tercapai, harus di sana dahulu argumentasinya," kata Kaka kepada Medcom.id, Rabu, 11 Desember 2019.
 
Menurut dia, penting atau tidaknya memisahkan pilpres dan pileg harus dilihat ulang dari desain pemilu serentak. Pasalnya, tujuan awal pemilu serentak demi penguatan sistem presidensial belum sepenuhnya tercapai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sistem presidential yang ingin dicapai itu coattail effect-nya (efek ekor jas) tidak dapat. Artinya, bahwa itu tak sesuai dengan desain awal," jelas Kaka.
 
Efek ekor jas yang disinggung Kaka yakni pengaruh figur dalam meningkatkan suara partai di pemilu. Pada Pemilu 2019, efek ini memang hanya didapatkan Partai Gerindra dan PDI Perjuangan yang memasangkan kadernya sebagai calon presiden.
 
Kaka menambahkan, kompleksitas pemilu serentak 2019 disinyalir karena desain yang tidak sederhana. Pelaksanaan pemilu terutana di tingkat panitia pemungutan suara (PPS) dan panitia pemilihan kecamatan (PPK) yang paling merasakan keruwetan itu.
 
"Sehingga perlu penyederhanaan seperti apa yang harus kita lakukan," ujar Kaka.
 
DPR akan merevisi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Perbaikan UU menyasar kepada wacana pemisahan pileg dengan pilpres.
 
"(Pemisahan pileg dan pilpres) hampir sepakat semua (fraksi)," kata Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Willy Aditya kepada Medcom.id, Selasa, 10 Desember 2019.
 
Anggota Parlemen menilai pemisahan pileg dan pilpres mendesak dibahas setelah melihat Pemilu 2019. Ia mengatakan penyelenggara memiliki beban berat saat menyelenggarakan pemilu serentak.
 
"Walaupun itu (pemilu serentak) baru pertama, tapi kita harus belajarlah ya untuk kemudian melakukan koreksi, melakukan evaluasi," tegas Willy.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif