Juru bicara Presiden, Fadjroel Rachman (kiri). Foto: Medcom.id/Damar Iradat
Juru bicara Presiden, Fadjroel Rachman (kiri). Foto: Medcom.id/Damar Iradat

Istana: Presiden Tetap Harus Dipilih Langsung

Nasional Amendemen UUD 45
Damar Iradat • 29 November 2019 17:13
Jakarta: Istana Kepresidenan menegaskan presiden tetap harus dipilih langsung rakyat. Presiden Joko Widodo tak mau sistem pemilihan presiden dikembalikan ke MPR.
 
"Beliau tegas mengatakan, Saya lahir dari pemilihan presiden secara langsung. Karena itu, saya akan tetap mendukung pemilihan presiden secara langsung, tidak melalui MPR," ujar juru bicara Presiden Fadjroel Rachman di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 29 November 2019.
 
Jokowi lahir dari proses pilkada dan pilpres yang langsung dipilih rakyat. Proses ini juga sesuai amanat konstitusi Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Apa pun pendapat masyarakat, Pak Jokowi tegas katakan beliau lahir dari pilkada langsung, baik di Solo, gubernur Jakarta, dan lahir juga dari pemilihan presiden langsung dua kali," tuturnya.
 
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebelumnya merekomendasikan pemilihan presiden dan wakil presiden kembali dipilih MPR. Hal itu disampaikan Ketua MPR Bambang Soesatyo usai bertemu Ketua PBNU Said Aqil Siraj di Kantor PBNU, Jakarta, Rabu, 27 November 2019.
 
Rekomendasi PBNU itu disebut berdasarkan hasil Musyawarah Alim Ulama yang digelar di Pondok Pesantren Kempek Cirebon, Jawa Barat 2012.
 
Usulan tersebut langsung menuai kontroversi. Sekretaris Fraksi Partai NasDem di DPR Saan Mustopa menilai pemilihan presiden tak perlu dikembalikan ke MPR. Kepala Negara harus tetap dipilih rakyat.
 
Indonesia menganut sistem presidensial. Artinya, kedaulatan tertinggi di tangan rakyat. Menurut Saan, mengembalikan pemilihan presiden ke MPR bertentangan dengan sistem presidensial.
 
Saan menilai pemilihan presiden secara langsung banyak manfaat. Sedangkan, mengembalikan pemilihan presiden ke MPR rawan distorsi dan politisasi. Sebab, suara MPR tak melulu suara rakyat.
 
Partai Demokrat juga menolak wacana pemilihan presiden dikembalikan ke MPR. Memilih presiden merupakan hak rakyat.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif