Jakarta: Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) menyebut kondisi ketahanan nasional menurun selama pandemi virus korona (covid-19). Namun, indeks ketahanan nasional masih dalam kategori cukup tangguh.
"Akhir Desember 2019 (indeks) sebesar 2,82 turun menjadi 2,70. Ini data terakhir akhir Juni 2020," kata Tenaga Ahli Pengkaji Madya Bidang Strategi Lemhannas, Marsekal Pertama (Marsma) Agus Purwo, dalam diskusi daring, Senin, 16 November 2020.
Agus membeberkan indeks ketahanan nasional sempat meningkat dari skor 2,82 menjadi 2,91 pada April 2020. Skor itu kembali meningkat menjadi 2,93 pada Mei 2020.
Baca: Mahfud Tegaskan Negara Tak Akan Kalah pada Pembangkang
Namun, indeks ketahanan nasional kembali menurun pada Juni. Hal ini diakibatkan pandemi berlarut-larut, perlombaan senjata, hingga perebutan kepimpinan global antara Amerika Serikat dan Tiongkok.
"Kemudian ada juga pengaruh secara regional yang menganggu solidaritas dan soliditas yaitu konflik laut Cina Selatan dan berpengaruh terhadap penanganan pandemi yang ada di Indonesia," ucap Agus.
Agus juga membeberkan sejumlah masalah nasional yang menyebabkan turunnya indeks ketahanan nasional. Hal ini meliputi akses penanganan covid-19, persebaran penduduk dan budaya, perubahan nilai, serta ketergantungan ekonomi.
"Selanjutnya, masalah kemandirian pengelolaan sumber kekayaan alam, degradasi sosial dan ancaman asimetris. Ini yang menjadi tantangan ketahanan nasional," ujar dia.
Jakarta: Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) menyebut kondisi
ketahanan nasional menurun selama pandemi
virus korona (
covid-19). Namun, indeks ketahanan nasional masih dalam kategori cukup tangguh.
"Akhir Desember 2019 (indeks) sebesar 2,82 turun menjadi 2,70. Ini data terakhir akhir Juni 2020," kata Tenaga Ahli Pengkaji Madya Bidang Strategi Lemhannas, Marsekal Pertama (Marsma) Agus Purwo, dalam diskusi daring, Senin, 16 November 2020.
Agus membeberkan indeks ketahanan nasional sempat meningkat dari skor 2,82 menjadi 2,91 pada April 2020. Skor itu kembali meningkat menjadi 2,93 pada Mei 2020.
Baca:
Mahfud Tegaskan Negara Tak Akan Kalah pada Pembangkang
Namun, indeks ketahanan nasional kembali menurun pada Juni. Hal ini diakibatkan pandemi berlarut-larut, perlombaan senjata, hingga perebutan kepimpinan global antara Amerika Serikat dan Tiongkok.
"Kemudian ada juga pengaruh secara regional yang menganggu solidaritas dan soliditas yaitu konflik laut Cina Selatan dan berpengaruh terhadap penanganan pandemi yang ada di Indonesia," ucap Agus.
Agus juga membeberkan sejumlah masalah nasional yang menyebabkan turunnya indeks ketahanan nasional. Hal ini meliputi akses penanganan covid-19, persebaran penduduk dan budaya, perubahan nilai, serta ketergantungan ekonomi.
"Selanjutnya, masalah kemandirian pengelolaan sumber kekayaan alam, degradasi sosial dan ancaman asimetris. Ini yang menjadi tantangan ketahanan nasional," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OGI)