Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Medcom.id/Desi Angriani
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Medcom.id/Desi Angriani

Kemenkop UKM Rancang Model Bisnis Baru untuk Petani dan Nelayan

Nasional nelayan petani koperasi
Nur Azizah • 06 Oktober 2020 14:31
Jakarta: Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) tengah menyiapkan model bisnis baru untuk petani dan nelayan. Model bisnis ini berkaitan dengan pembentukan korporasi nelayan dan petani.
 
"Kami menyiapkan piloting model bisnis mengenai korporatisasi petani dan nelayan yang mungkin nanti setelah ini akan kita replikasi di berbagai tempat," kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam konferensi pers, Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2020.
 
Kemenkop UKM akan menggarap bisnis pertanian dengan skala 800 hektare di Demak, Jawa Tengah, sebagai proyek percontohan. Setelah itu, Kemenkop UKM akan mengatur bisnis kepala sawit di Pelalawan, Riau.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ada juga beberapa komoditas lain yang saya kira bagus untuk dibuat pilot dan bekerja sama. Dari model bisnis ini seperti kita tahu di sektor perikanan dan pertanian itu kan petaninya kecil-kecil," ujar dia.
 
(Baca: Jokowi Desak Korporasi Petani dan Nelayan Dioptimalkan)
 
Pembentukan korporasi bakal melibatkan AgriTerra. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) itu diklaim mahir mendirikan koperasi agrikultural.
 
"Jadi, model bisnisnya kami adalah koperasi. Karena Kemenkop, maka sektornya di kementerian teknis, perikanan di Kementerian Kelautan dan Perikanan, pertanian di Kementerian Pertanian, yang kami kembangkan adalah model bisnis dalam bentuk koperasi moderen," papar dia.
 
Nantinya seluruh petani dan nelayan bisa mengambil keuntungan dari semua proses produksi dari tanam sampai hilirisasi. Sementara itu, pembiayaan akan diberikan dari kementerian.
 
"Jadi, bantuannya berupa bibit, benih, pupuk, alat mesin pertanian, termasuk pembiayaan kredit usaha rakyat (KUR), perbankan, dan lainnya. Sehingga kalau semua resources ini petani dikonsolidasi, kementerian dikonsolidasi untuk membuat bussiness model," tutur dia.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif